HARIAN MERAPI - Kisah cerita misteri akibat melanggar aturan saat karya wisata di Bali 4, Terpaksa didatangkan juru sembuh dari Bali.
Tiga hari kemudian datang penyembuh dari Bali yaitu Pak Ketut. Setelah sampai rumah Pak Prakosa malam harinya Pak Ketut memeriksa Siti Sadilah.
Waktu itu pedarahan masih terus dan pahanya Siti Sadilah membesar sebesar bonggol pohon pisang. Siti Sadhilah tampak lunglai lemah, pucat dan tak berdaya. Suaranya lemah hampir tidak terdengar.
Pak Ketut tanya kepada Siti Sadilah :” Apa Mbak Siti waktu ke Bali juga ikut masuk di Pura Besakih?” Jawabnya dengan suara terputus :” iya..iya”.
Pertanyaannya dilanjutkan oleh pak Ketut :” Apakah kamu melanggar aturan disana?” Sampai lama Siti Sadilah tidak menjawab.
Kemudian berlinang air mata ia menjawab :” iya..saya ikut masuk ke Pura Besakih meskipun datang bulan”. Pak Ketut lalu bilang :” Ya itu mbak sebabnya kamu sakit”.
Kemudian Pak Ketut bilang ke Pak Prakosa :” Pak, putrinya diganggu oleh kelelawar putih, harus dikeluarkan dari tubuh Siti Sadilah’.
Pak Prakosa menjadawab :” Tolong Pak dikeluarkan”. Kemudian Pak Ketut memberitahukan syarat-syarat mengeluarkan roh halus yang berupa kelelawar putih itu adalah semut ngangrang, nyamuk putih, lebah kemit dan ratus.
Semuanya itu diletakkan di nyiru (tampah). Tampahnya itu diletakkan diatas tikar. Pak Prakosa menyanggupi syarat-syarat itu.
Setelah dua hari, syarat-syarat itu sudah lengkap, Pak Ketut minta upacara pengambilan roh halus itu segera dilaksanakan.
Malam Selasa Kliwon di kamar Siti Sadilah dekat tempat tidurnya upacara pengambilan roh halus itu dilaksanakan. Syarat yang berupa saji-sajian diletakkan pada tikar yang sudah digelar.
Upacara itu dipimpin oleh pak Ketut. Sambil memegang perutnya, Siti Sadilah bersamaan dengan mengepulnya asap ratus yang sudah dinyalakan itu ia bilang :