• Jumat, 30 September 2022

Transaksi aset kripto kian meroket, hingga Juni 2022 telah mencapai Rp 212 triliun dengan 15,1 juta pelanggan

- Kamis, 28 Juli 2022 | 09:15 WIB
Foto Dokumen: Representasi mata uang kripto Bitcoin, Ethereum, DogeCoin, Ripple, Litecoin ditempatkan pada motherboard PC dalam ilustrasi ini yang diambil, 29 Juni 2021. (ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/Ilustrasi)
Foto Dokumen: Representasi mata uang kripto Bitcoin, Ethereum, DogeCoin, Ripple, Litecoin ditempatkan pada motherboard PC dalam ilustrasi ini yang diambil, 29 Juni 2021. (ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/Ilustrasi)

JAKARTA, harianmerapi.com - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan  (Bappebti Kemendag) mencatat data transaksi aset kripto meningkat pesat dari tahun ke tahun.

Nilai transaksi aset kripto pada 2021 sebesar Rp 859,4 triliun atau naik 1.224 persen dibandingkan pada 2020 yang tercatat sebesar Rp 64,9 triliun.

Adapun transaksi pada Januari hingga Juni 2022 yang telah mencapai Rp 212 triliun.

Hingga Juni 2022, pelanggan aset kripto di Indonesia bahkan memiliki 15,1 juta pelanggan.

Baca Juga: Jangan sampai terkecoh, ini daftar 25 calon pedagang fisik aset kripto terbaru dari Bappebti

“Dengan tingginya minat masyarakat yang berinvestasi di bidang perdagangan fisik aset kripto, masyarakat diminta agar terlebih dahulu paham dengan benar produk dan mekanisme perdagangannya,” kata Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan PBK Tirta Karma Senjaya, Rabu (27/7/2022).

Tirta mengatakan, bagi masyarakat yang hendak melakukan transaksi aset kripto perlu memahami beberapa hal penting.

Pertama, lanjutnya, harus menjadi pelanggan pada perusahaan yang memiliki tanda daftar dari Bappebti. Kedua, memastikan dana yang digunakan adalah dana lebih yang dihasilkan secara legal dan bukan dana yang digunakan kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: CEO Indodax Sebut Aset Kripto Tetap Cuan dalam Jangka Panjang

Halaman:

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X