• Minggu, 17 Oktober 2021

El Salvador Efek! Honduras, Guatemala Hingga Ukraina Tertarik Melegalkan Kripto

- Sabtu, 18 September 2021 | 09:20 WIB
Ilustrasi - Mata uang kripto, Bitcoin.  (ANTARA/Shutterstock)
Ilustrasi - Mata uang kripto, Bitcoin. (ANTARA/Shutterstock)

JAKARTA, harianmerapi.com - El Salvador yang mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah pada Selasa (7/8/2021) lalu, membuat negara tetangganya, Honduras dan Guatemala terarik mengikuti jejaknya.

Perwakilan dari Bank sentral kedua negara yang berlokasi di Amerika Tengah tersebut mengatakan bahwa mereka sedang mempelajari kemungkinan mata uang digital ini bisa diadopsi sebagai mata uang legal dan bisa dijadikan opsi pembayaran untuk masyarakat Honduras dan Guatemala selain mata uang fiat.

CEO Indodax, Oscar Darmawan mengatakan, tidak cuma Honduras dan Guatemala sebenarnya. Negara tetangganya, Kuba, Panama serta Paraguay pun sudah lebih dulu memiliki rencana untuk melegalkan kripto sebagai mata uang di negaranya. Mereka melakukan hal tersebut untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dolar.

Baca Juga: El Salvador Jadi Negara Pertama yang Memakai Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran

"Setahu saya, kebanyakan warga di Honduras dan Guatemala bergantung dengan uang kiriman dari keluarga mereka yang bekerja di Amerika Serikat. Setiap kiriman uang ada biaya potongan yang cukup besar yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Dengan adanya rencana melegalkan kripto sebagai mata uang, tentu ini bisa dijadikan alternatif dan keuntungan untuk mereka,” kata Oscar Darmawan dalam keterangannya, Kamis (16/9/2021).

Tidak hanya untuk negara Kuba, Panama, Paraguay, Honduras, dan Guatemala. Rupanya, apa yang dilakukan negara El Salvador ini juga sedikit banyak berimbas ke negara di benua lain.

Beralih ke negara di benua Eropa, rancangan undang-undang yang melegalkan dan mengatur aset kripto di Ukraina kabarnya telah disahkan parlemen negara tersebut dalam pembacaan kedua pada tanggal 8 September. Sebanyak 276 anggota parlemen memberikan suara tanda setuju dan hanya 6 anggota parlemen saja yang tidak menyetujui untuk mendukung RUU tersebut. RUU yang memperbolehkan warga Ukraina untuk memiliki komoditas aset kripto tentu merupakan hal yang patut diapresiasi.

Baca Juga: Bitcoin Langsung Melonjak Setelah El Salvador Beli 200

Bagaimana tidak? Sebelum adanya RUU ini, Ukraina tidak memiliki undang undang apapun yang mengatur mengenai jual beli aset kripto, sehingga posisi kripto secara hukum di Ukraina kurang begitu jelas.

Halaman:

Editor: Sutriono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KAI Borong 3 Penghargaan Indonesia BUMN Awards 2021

Rabu, 13 Oktober 2021 | 13:54 WIB

Mengenal OSS, Manfaat dan Prasyarat Sebelum Akses

Rabu, 13 Oktober 2021 | 06:37 WIB
X