Dosen Fapet UGM: Ada Beberapa Potensi Pencemaran Daging Haram yang Perlu Diwaspadai Masyarakat

photo author
Sulistyanto, Harian Merapi
- Sabtu, 12 Februari 2022 | 20:00 WIB
Masyarakat perlu waspada adanya potensi pencemaran daging haram/produk turunannya yang dijual di pasaran.  (Foto : Dok Fapet UGM)
Masyarakat perlu waspada adanya potensi pencemaran daging haram/produk turunannya yang dijual di pasaran. (Foto : Dok Fapet UGM)

JOGJA, harianmerapi.com - Hingga saat ini, masyarakat masih sering memiliki persepsi yang salah mengenai daging yang aman dan sehat, termasuk produk-produk turunannya.

Oknum penjual daging hanya menginginkan untung besar, padahal makanan yang dijual belum tentu aman dan halal. Untuk itu, masyarakat perlu tahu potensi pencemaran daging haram yang perlu diwaspadai di sekitar kita.

Hal tersebut diungkapkan Ir Nanung Danar Dono SPt MP PhD IPM ASEAN Eng selaku Dosen dan Direktur Halal Center Fakultas Peternakan (Fapet) UGM ketika menerima kunjungan dosen dan mahasiswa Universitas Darussalam, Gontor, Ponorogo, Jawa Timur di Fapet UGM, baru-baru ini.

Baca Juga: Prof Dr Dyah Mutiarin SIP MSi Dikukuhkan Guru Besar UMY: Enam Hal Kebijakan Pemerintah dalam Menangani Pandemi

Lebih lanjut Nanung menjelaskan, beberapa hal penting yang perlu diwaspadai masyarakat terkait potensi pencemaran daging haram, yaitu untuk produk daging sapi, harus dipastikan bahwa daging tersebut disembelih secara syar’i.

“Selain itu bukan daging babi, bukan bangkai, dan bukan daging sapi gelonggongan,” tegas Nanung.

Lalu untuk membedakan daging sapi dan babi, dapat diamati dari warnanya. Daging sapi berwarna merah tua sedangkan daging babi merah muda.

Dari aromanya, daging sapi beraroma harum khas daging sapi, sedangkan daging babi beraroma tengik dan pesing. Selain itu serat daging sapi tebal.

Baca Juga: Gelar Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Kembali Digelar Secara Virtual

Lain halnya daging babi berserat lembut, sehingga dagingnya empuk.

Lalu untuk daging kambing, pastikan bahwa daging tersebut bukan atau tidak tercemar dengan daging anjing.

“Istilah masakan daging anjing berbeda-beda di tiap daerah dan seringkali konsumen tidak paham,” bebernya.

Sedangkan untuk daging ayam, penting dipastikan bahwa daging tersebut bukan daging ayam bangkai atau ayam tiren (mati kemaren). Adapun beberapa ciri ayam bangkai, yaitu harganya murah, mudah berbau busuk menyengat dan warna kulit putih kusam kelabu.

Baca Juga: Misteri Kunang-Kunang yang Mencegah Anak Minggat dari Rumah karena Marah pada Ibunya

Ditambah lagi, warna daging putih kelabu pucat, tekstur daging mudah rusak, dan tidak ada bekas sembelihan pada leher.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X