• Sabtu, 25 Juni 2022

Mengapa Dokter yang Diduga Teroris Harus Ditembak Mati ?

- Jumat, 11 Maret 2022 | 12:00 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan (tengah).  (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan (tengah). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

 

AKSI Tim Densus 88 yang menembak mati dokter Sunardi di Sukoharjo karena dituduh terlibat terorisme banyak menuai kecaman warganet. Bahkan pernyataan simpati dan doa dari warganet terus mengalir melalui tagar #PrayForDokterSunardi.

Berita kematian dr Sunardi pun trending di twitter hari ini. Hingga pukul 09.00 lebih dari 21 ribu  warganet menyematkan  tagar #PrayForDokterSunardi. Dokter Sunardi dikenal sehari-hari membuka praktik di rumahnya di RT 03 RW 07 Kampung Bangunharjo, Kelurahan Gayam Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia meninggal setelah ditembak Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Densus 88 adalah bagian dari aparat kepolisian negara, sudah selayaknya memberi penjelasan transparan terkait penembakan dr Sunardi sehingga tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat.

Baca Juga: Pemerintah Longgarkan Aturan Prokes Covid-19, MUI: Shaf Salat Kembali Dirapatkan

Masyarakat pasti setuju bila terorisme diberantas. Masyarakat juga setuju hukum ditegakkan, karena negara kita memang negara hukum. Persoalannya, bagaimana cara memberantas terorisme dan menegakkan hukum ? Jangan sampai caranya justru melanggar hukum.

Wajar bila penembakan mati dr Sunardi menimbulkan pertanyaan masyarakat. Masyarakat tidak mudah percaya bila dr Sunardi melawan, apalagi melawan Tim Densus 88. Terlebih lagi, dr Sunardi dalam kondisi stroke yang untuk jalan saja butuh bantuan tongkat. Melawan seperti apa ?

Inilah yang harus dijelaskan Tim Densus 88. Kalau Tim Densus 88 tak boleh bicara, mungkin bisa diwakili Kadiv Humas Polri atau malah langsung Kapolri. Narasi dr Sunardi melawan, antara lain dengan menabrakkan mobilnya ke arah aparat rasanya tak mudah dijelaskan. Lagian, mengapa yang bersangkutan harus ditembak mati ?

Baca Juga: Cegah Stunting, Ini Pesan Anggota DPR RI Vita Ervina untuk Masyarakat Magelang

Tak cukupkah dengan tembakan melumpuhkan, tanpa menghilangkan nyawa ? Lagi-lagi, ini harus dijelaskan aparat. Bukankah-- ini  konsekuensi negara hukum-- seseorang yang diduga melakukan tindak pidana entah itu terorisme atau pidana biasa, seharusnya dibawa ke pengadilan untuk menjalani pemeriksaan dan dibuktikan kesalahannya ? Asas praduga tak bersalah harus ditegakkan.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengaruh Budaya Suap pada Aqidah Muslim

Rabu, 22 Juni 2022 | 06:50 WIB

Hukum Suap dalam Islam

Selasa, 21 Juni 2022 | 08:30 WIB

2 Suporter di GBLA Tewas, Tanggung Jawab Siapa?

Senin, 20 Juni 2022 | 09:30 WIB

Empat Kunci Masuk Surga

Senin, 20 Juni 2022 | 05:30 WIB

Dosa-Dosa Besar, Antara Lain Syirik dan Menyihir

Minggu, 19 Juni 2022 | 09:45 WIB

Hukum Memelihara Burung dan Ikan Sebagai Hiasan

Jumat, 17 Juni 2022 | 07:15 WIB
X