• Kamis, 20 Januari 2022

Bikin Konten Pikup Oleng, Berbuntut Urusan Polisi

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 05:33 WIB
Satlantas Polres Temanggung mengamankan pelaku pembuat video pick up oleng.  (Foto: Dok. Satlantas Polres Temanggung)
Satlantas Polres Temanggung mengamankan pelaku pembuat video pick up oleng. (Foto: Dok. Satlantas Polres Temanggung)



NAMANYA remaja, kadang tak bisa berpikir jernih dan bikin perhitungan. Semua dilakukan sesuai keinginannya. Tak tahunya, yang dilakukan melanggar hukum dan harus berurusan dengan polisi.

Itu pula yang dilakukan sejumlah pelajar yang membuat konten viral di media sosial. Mungkin mereka tak menyadari bahwa perbuatannya bakal mengantarkannya ke kantor polisi.

Mereka membuat konten video berupa atraksi mobil pikup yang oleng, kemudian diupload di media sosial hingga viral. Beberapa waktu kemudian polisi berhasil melacaknya dan mengamankan sejumlah remaja pembuat konten pikup oleng ini.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Hari Ini, 23 Oktober 2021 Biarkan Naluri Aries yang Berbicara

Mereka dicokok polisi di jalan Raya Kranggan Pringsurat Temanggung Rabu pekan lalu. Beruntung mereka tidak ditahan, melainkan diberi pembinaan dan menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. Apa yang salah dari peristiwa tersebut ?

Sudah jelas, membuat konten video atraksi pikup oleng sangat membahayakan pengguna jalan, baik dirinya sendiri maupun orang lain. Sehingga, mereka dapat dijerat UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.

Tindakan polisi yang tidak menahan mereka patut kita apresiasi. Polisi menggunakan pendekatan edukatif dan persuasif demi masa depan mereka. Bisa dibayangkan, seandainya mereka ditahan, apalagi bercampur dengan orang dewasa, niscaya akan berdampak buruk, baik secara fisik maupun psikologis.

Baca Juga: Peternak Kelinci Harus Tahu Penyakit Penting Peliharaan, Jangan Sampai Merugi

Melalui pembinaan ini diharapkan pelajar tersebut akan jera dan tidak mengulangi perbuatannya. Tak kalah penting adalah pembinaan orang tua. Sebab, boleh jadi orang tua mereka tidak tahu apa yang telah diperbuat anaknya. Membuat konten viral yang membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain adalah perbuatan melanggar hukum.

Konsekuensinya, bila mereka mengulangi perbuatannya, maka polisi akan memprosesnya melalui UU Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Membuat konten viral tentu boleh-boleh saja sepanjang tidak melanggar hukum. Artinya, sebelum membuat konten harus dipertimbangkan dulu apakah melanggar hukum atau tidak.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tak Gampang Selamatkan Teman Tenggelam

Rabu, 19 Januari 2022 | 09:30 WIB

Ritual Menyesatkan Sang Dukun Cabul

Senin, 17 Januari 2022 | 10:30 WIB

Anugerah dan Bencana Kala Omicron Mendunia

Sabtu, 15 Januari 2022 | 11:30 WIB

Waspada, Predator Seksual Berwajah Dukun Cabul

Jumat, 14 Januari 2022 | 11:00 WIB

Memberantas Praktik Joki Vaksin, Perketat Skrining

Selasa, 11 Januari 2022 | 11:30 WIB

Remaja Belajar dari Lingkungan Sosialnya

Senin, 10 Januari 2022 | 05:00 WIB
X