Mereka pun tergesa-gesa mengiyakan rayuan setan dan melalaikan pesan Tuhan, hingga mereka menyadari kesalahan mereka dan malu, karena secara tiba-tiba bagian-bagian tertentu dari tubuh mereka terlihat.
Keempat, status. Adam dan keturunannya diberi status sebagai khalifatullah fil ardhi, khalifah Allah untuk “menguasai” bumi. Karena itulah praktis semua manusia tergoda dan tergila-gila mengejar status (kekuasaan).
Keinginan mengejar status, kekuasaan dan supremasi inilah yang sering menimbulkan gangguan stabilitas, baik dalam lingkup kepentingan kehidupan berpribadi, berkeluarga, bertetangga, bermasyarakat, bersuku, berbangsa, dan bernegara.
Kelima, penguasaan energi. Manusia cenderung menggali dan hingga batas tertentu mengeksploitasi energi alam semesta untuk memenuhi kebutuhan dan ketamakan hidup mereka.
Salah satu perolehan ilmiah utama adalah kemampuan untuk menguasai dan memanfaatkan berbagai energi, seperti hidrotermal, tenaga nuklir, tenaga surya, dan sebagainya.
Keenam, kenikmatan. Adam dan Hawa diperintahkan Allah bertempat tinggal di surga dan menikmati segala makanan, minuman, dan hiburan yang tersedia di sana sesuka hati, kecuali mengkonsumsi makanan dari pohon terlarang.
Adam dan Hawa diberi kehidupan ideal yang penuh kenikmatan. Banyak upaya ilmiah ditujukan untuk mendatangkan kenikmatan yang dikejar kepada manusia.
Sebagian dari hasil temuan yang mendatangkan kenikmatan itu membawa manfaat, namun tidak sedikit hal-hal yang dianggap mendatangkan kenikmatan itu membawa mudharat yang lebih besar bagi manusia.
Ketujuh, panjang umur. Kematian adalah sesuatu yang sering menghantui hati dan perasaan manusia.
Adam dan Hawa ingin melepaskan diri dari rasa takut akan kematian ini, dan ingin hidup selama-lamanya dengan memakan buah dari “pohon keabadian”.
Ketakutan akan kematian praktis dimiliki oleh semua umat manusia, dan kebanyakan dari manusia ingin menjalani kehidupan selama mungkin. Pujangga besar Chairil Anwar mengatakan: ”aku ingin hidup seribu tahun lagi”.
Kedelapan, pakaian dan rasa malu. Ketika melakukan suatu pelanggaran, tersingkaplah kemaluan Adam dan Hawa, sehingga mereka berusaha menutupi organ tubuh mereka dengan dedaunan yang tersedia di surga.
Barangkali karena adanya rasa malu inilah manusia kemudian mengenakan kain untuk menyembunyikan dan menutup bagian-bagian tubuh mereka yang sangat
pribadi, di samping adanya faktor lain, untuk menghias dan melindungi tubuh dari panas dan dingin.