Pendakwah hendaklah penuh kesabaran dan berserah diri kepada-Nya dalam menyampaikan kebaikan

photo author
Khamim Zarkasih, Harian Merapi
- Senin, 13 Januari 2025 | 17:00 WIB
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si., Dosen Program Magister dan Doktor FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ketua Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta, Ketua Forum Pimpinan Dewan Pendidikan Kabupaten-Kota Se-Daerah Istimewa Yogyakarta, Penasehat Paguyuban Keluarga Sakinah Teladan (KST) Provinsi DIY (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M. Si., Dosen Program Magister dan Doktor FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ketua Dewan Pendidikan Kota Yogyakarta, Ketua Forum Pimpinan Dewan Pendidikan Kabupaten-Kota Se-Daerah Istimewa Yogyakarta, Penasehat Paguyuban Keluarga Sakinah Teladan (KST) Provinsi DIY (Dok. Pribadi)

HARIAN MERAPI - Sebagai seorang pendakwah sebaiknya penuh kesabaran dan berserah diri kepada-Nya dalam menyampaikan kebaikan.

Dakwah Islam adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil manusia untuk beriman dan taat kepada Allah sesuai dengan akidah, akhlak dan syariat Islam secara sadar dan terencana.

Tujuan utama dakwah adalah mewujudkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat yang diridhai oleh Allah SWT, yakni dengan menyampaikan nilai-nilai yang dapat mendatangkan kebahagiaan dan kesejahteraan yang diridhai Allah SWT sesuai dengan segi atau bidangnya masing-masing dengan penuh kesabaran serta berserah diri secara penuh kepada-Nya Terkait dengan perintah berdakwah dengan penuh kesabaran dan berserah diri kepada-Nya.

Baca Juga: Bawa misi Presiden Prabowo, Menag bertolak ke Saudi demi kualitas layanan haji

Berikut ini beberapa ayat Al-Quran tentang cara berdakwah Rasulullah Muhammad SAW dan orang-orang yang beriman sebagai berikut:

Pertama, Rasulullah dan para pendakwah adalah hamba Allah yang hanya sebagai penyeru saja, tidak dapat mendatangkan kemudaratan maupun kemanfaatan.

Firman Allah SWT: “Katakanlah, 'Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudaratan pun kepadamu dan tidak (pula) sesuatu kemanfaatan' . Yakni, aku hanyalah seorang hamba, aku tidak memiliki kuasa untuk mengatur dan bertindak atas segala sesuatu pun.” (QS. Al-Jin; 72:21-22).

Kedua, pendakwah hendaklah menjadi penyeru yang punya sifat sabar. Firmasn Allah SWT: “Dan sungguh telah Kami anugerahkan Kitab (Taurat) kepada Musa, maka janganlah engkau (Muhammad) ragu-ragu untuk menerimanya (Al-Qur’an) dan Kami jadikan Kitab (Taurat) itu sebagai petunjuk bagi Bani Israil. Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka sabar. Dan mereka itu meyakini ayat-ayat
Kami. ” (QS. As-Sajdah; 32:23-24).

Baca Juga: Hore, dapat sayur murah usai kuliah subuh

Ketiga, Rasulullah dan pendakwah adalah seorang saksi yang memberi kabar gembira dan pemberi peringatan.

Firman Allah SWT: “Wahai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah atas izin-Nya dan sebagai cahaya yang menerangi.” (QS. Al-Ahzab; 33:45-46).

Keempat, pendakwah adalah orang-orang yang berserah diri kepada-Nya. Firman Allah SWT: “Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (QS. Al-Fusshilat; 41:33).

Kelima, pendakwah adalah orang-orang yang istiqamah, tidak hanya menuruti hawa nafsu.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Dana Hibah APBD Provinsi Jawa Timur, KPK Sita Properti Rp8,1 Miliar

Firman Allah SWT: “Karena itu, serulah (mereka untuk beriman) dan beristiqamahlah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah, “Aku beriman kepada Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amalan kami dan bagi kamu amalan kamu. Tidak (perlu) ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita, dan kepada-Nya lah (kita) kembali.” (QS. Asy-Syura; 42:15).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sepuluh cara menjaga persaudaraan sejati

Sabtu, 18 April 2026 | 17:00 WIB

Menjaga kebersihan hati

Jumat, 17 April 2026 | 17:00 WIB

Delapan golongan manusia yang dicintai Allah SWT

Rabu, 15 April 2026 | 17:00 WIB

Hikmah haji dan umrah

Selasa, 14 April 2026 | 17:00 WIB

Al-Quran tentang keutamaan bekerja keras

Senin, 13 April 2026 | 17:00 WIB

Keutamaan sifat itsar dalam Al-Quran dan Al-Hadits

Jumat, 10 April 2026 | 17:00 WIB

Kewajiban suami menurut Al-Quran dan Al-Hadits

Rabu, 8 April 2026 | 17:00 WIB

Teologi lingkungan dalam perspektif Islam

Selasa, 7 April 2026 | 17:00 WIB

Menghadapi tipu daya setan

Sabtu, 4 April 2026 | 17:00 WIB

Keutamaan berbakti kepada Ibu

Jumat, 3 April 2026 | 17:00 WIB

Aspek-aspek pendidikan anak dalam keluarga

Kamis, 2 April 2026 | 17:00 WIB

Dua belas tips hidup bahagia dalam Islam

Rabu, 1 April 2026 | 17:00 WIB

Membangun Etos Kerja Islami

Senin, 30 Maret 2026 | 17:00 WIB

Sembilan faktor untuk menggapai keberkahan keluarga

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:00 WIB

Berbagai strategi pemenuhan kebutuhan keluarga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:00 WIB

Qolbun salim dalam Al-Quran

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:00 WIB
X