Dua belas keutamaan membaca Al-Quran, di antaranya dicintai Allah dan Rasul-Nya

photo author
Khamim Zarkasih, Harian Merapi
- Rabu, 31 Januari 2024 | 17:00 WIB
 Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M.Si, Dosen FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Yogya, Ketua 3 ICMI DIY. (Dok. Pribadi)
Dr. H. Khamim Zarkasih Putro, M.Si, Dosen FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Yogya, Ketua 3 ICMI DIY. (Dok. Pribadi)

HARIAN MERAPI - Setidaknya ada dua belas keutamaan membaca Al-Quran, di antaranya adalah dicintai Allah dan Rasul-Nya.

Hadits Nabi Mumammad SAW yang membahas keutamaan membaca Al-Qur'an: “Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur'an dan ia mahir membacanya, maka ia bersama para malaikat yang mulia dan berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan dalam membacanya, maka baginya dua pahala.“

Berikut ini ada dua belas ayat Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW tentang
keutamaan membaca Al-Qur’an; yakni:

Baca Juga: Debut Pasangan Yere-Rahmat Kalahkan Pasangan Tuan Rumah pada Thailand Masters 2024

Pertama, ahli Al-Qur’an dicintai Allah dan Rasul-Nya. Hadits Nabi Muhammad SAW: “Siapa saja senang dicintai Allah dan Rasul-Nya, maka hendaklah dia membaca di mushaf (Al-Qur’an).” (HR. Ibnu Syahin).

Kedua, mulia karena Al-Qur’an. Hadits Nabi Muhammad SAW: “Allah mengangkat denhgan Kitab (Al-Qur’an) ini beberapa kaum dan merendahkan dengannya pula beberapa kaum lain.” (HR. Muslim).

Ketiga, jihad Al-Qur’an lebih butama dari jihad pedang. Firman Allah SWT: “Janganlah engkau taati orang-orang kafir dan berjihadlah menghadapi mereka dengannya (Al-Qur'an) dengan (semangat) jihad yang besar.” (QS. Al-Furqan; 25:52).

Keempat, syafaat Al-Qur’an bagi ahli Al-Qur’an. Hadits Nabi Muhammad SAW: “Puasa dan Al-Qur’an memberi syafaat kepada hamba pada hari kiamat. Puasa berkata, ‘Wahai Rab-ku, sesungguhnya aku telah menahannya makan dan syahwat di siang hari, maka berilah aku syafaat untuknya, dan Al-Qur’an berkata, ‘aku telah menahannya tidur di malam hari, maka berilah aku syafaat umtuknya.’ Lalu keduanya diizinkan memberi syafaat.” (HR. Ahmad).

Baca Juga: Debut Manis Milomir Seslija Usai Tuan Rumah Persis Solo Kalahkan Madura United di BRI Liga 1, Ini Komentarnya

Kelima, ahli Al-Qur’an kebanggaan Allah SWT. Hadits Nabi Mumammad SAW: “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca Kitabullah dan saling mempelajari di antara mereka, melainkan turun kepada mereka ketenangan, dinaungi rahmat, diliputi para Malaikat, dan dibanggakan Allah di kalangan makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR. Muslim).

Keenam, perbedaan jauh ahli Al-Qur’an dengan selainnya. Hadits Nabi Muhammad SAW: “Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an seperti buah uthrujah (sejenis lemon) yang aromanya wangi dan rasanya enak, dan perumpamaan orang beriman tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma yang tidak beraroma dan rasanya manis. Perumpaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an seperti raihanah yang aromanya wangi tetapi rasanya pahit, dan pertumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an seperti hanzholah yang tidak beraroma dan rasanya pahit.” (Muttafaqun ‘Alaih).

Ketujuh, anjuran iri kepada ahli Al-Qur’an. Hadits Nabi Mumammad SAW: “Tidak boleh iri kecuali kepada dua orang, yaitu seseorang yang Allah beri Al-Qur’an kemudian dia shalat dengannya di malam dan siang hari, dan seseorang yang diberi Allah harta kemudian dia sedekahkan di malam dan siang hari.” (Muttafaqun ‘Alaih).

Kedelapan, sebagai syafaat pada Hari Kiamat kelak. Rasulullah Mumammad SAW bersabda: “Bacalah olehmu sekalian Al-Qur'an karena sesungguhnya Al-Qur'an itu akan menjadi syafaat/penolong bagi para pembacanya di hari kiamat.“ (HR Muslim).

Baca Juga: DLH Sukoharjo targetkan satu desa satu proklim segera terwujud

Kesembilan, mendapatkan kebaikan berlipat ganda. Hadits Nabi Muhammad SAW:
“Siapa saja yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Alquran) maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf.“ (HR. At-Tirmidzi).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Sepuluh cara menjaga persaudaraan sejati

Sabtu, 18 April 2026 | 17:00 WIB

Menjaga kebersihan hati

Jumat, 17 April 2026 | 17:00 WIB

Delapan golongan manusia yang dicintai Allah SWT

Rabu, 15 April 2026 | 17:00 WIB

Hikmah haji dan umrah

Selasa, 14 April 2026 | 17:00 WIB

Al-Quran tentang keutamaan bekerja keras

Senin, 13 April 2026 | 17:00 WIB

Keutamaan sifat itsar dalam Al-Quran dan Al-Hadits

Jumat, 10 April 2026 | 17:00 WIB

Kewajiban suami menurut Al-Quran dan Al-Hadits

Rabu, 8 April 2026 | 17:00 WIB

Teologi lingkungan dalam perspektif Islam

Selasa, 7 April 2026 | 17:00 WIB

Menghadapi tipu daya setan

Sabtu, 4 April 2026 | 17:00 WIB

Keutamaan berbakti kepada Ibu

Jumat, 3 April 2026 | 17:00 WIB

Aspek-aspek pendidikan anak dalam keluarga

Kamis, 2 April 2026 | 17:00 WIB

Dua belas tips hidup bahagia dalam Islam

Rabu, 1 April 2026 | 17:00 WIB

Membangun Etos Kerja Islami

Senin, 30 Maret 2026 | 17:00 WIB

Sembilan faktor untuk menggapai keberkahan keluarga

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:00 WIB

Berbagai strategi pemenuhan kebutuhan keluarga

Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:00 WIB

Qolbun salim dalam Al-Quran

Jumat, 27 Maret 2026 | 17:00 WIB
X