Berwisata di Taman Botani Baturraden sambil belajar

photo author
Hudono, Harian Merapi
- Senin, 18 September 2023 | 10:00 WIB
Salah seorang wisatawan meminda QR Code untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pohon pule atau pulai (Alstonia scholaris L) yang dikoleksi oleh Taman Botani Baturraden, Kabupaten Banyumas.  (ANTARA/Sumarwoto  )
Salah seorang wisatawan meminda QR Code untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pohon pule atau pulai (Alstonia scholaris L) yang dikoleksi oleh Taman Botani Baturraden, Kabupaten Banyumas. (ANTARA/Sumarwoto )

Sesuai dengan namanya, Taman Botani Baturraden yang menempati lahan seluas 2 hektare itu menyajikan berbagai jenis tanaman, mulai dari anggrek, tanaman hias endemik Banyumas, dan tanaman keras.

Bahkan, Taman Botani Baturraden kini menjadi destinasi wisata edukasi yang mengasyikkan bagi wisatawan yang ingin mempelajari berbagai jenis tanaman hias dan beberapa di antaranya merupakan tanaman langka seperti Kantong Semar (Nephentes adrianii) yang merupakan endemik Gunung Slamet serta pohon pule atau pulai (Alstonia scholaris L).

"Kami mengoleksi sekitar 700 jenis tanaman," kata Koordinator Humas BLUD UPT Lokawisata Baturraden, Topan Pramukti.

Taman Botani Baturraden juga memiliki empat green house, masing-masing untuk berbagai jenis tanaman anggrek, kaktus, bonsai, dan bromelia, sedangkan tanaman lainnya tanpa menggunakan green house.

Selain dijelaskan secara singkat pada papan informasi yang terpasang di sekitar blok tanaman maupun green house, wisatawan juga bisa memindai Quick Response (QR) Code pada papan untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai tanaman tersebut.

Baca Juga: Konkurs Perkutut Piala Raja HB Cup XXXII Hari Kedua Sukses Digelar, Begini Komentar Perwakilan Peserta

Dengan demikian, wisatawan bisa mempelajari tentang berbagai hal mengenai tanaman tersebut, seperti asalnya dari mana, karakternya seperti apa, dan fungsinya untuk apa.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati sejuknya udara malam di kaki Gunung Slamet, Taman Botani Baturraden juga menyediakan dua area perkemahan yang salah satunya menghadap ke arah kota Purwokerto.

Selain area perkemahan, di tempat itu juga terdapat empat homestay dengan kapasitas total 40 orang yang dapat dimanfaatkan oleh wisatawan.

Salah seorang wisatawan asal Purworejo, Dyah Sugesti, mengaku senang bisa berkunjung ke Taman Botani Baturraden karena dapat menambah wawasan tentang berbagai jenis tanaman terutama belum dikenalnya.

Contohnya, jika selama ini sering mendengar buah maja (Aegle marmelos) dan pernah melihat bentuk buahnya, namun belum pernah melihat bagaimana bentuk tanamannya. maka di tempat ini bisa melihat secara langsung bentuk tanaman buah maja.

Pengunjung juga merasa terbantu dengan adanya fasilitas QR Code yang dapat dipindai untuk mengetahui berbagai hal tentang tanaman tersebut. Dengan demikian, pengunjung bisa menjelaskan kepada anak-anaknya sebagai tambahan ilmu pengetahuan tentang penggunaan teknologi tersebut.

Baca Juga: TNI Gadungan Berpangkat Letkol Tipu PNS

Wisatawan lainnya, Anjar Asmara mengatakan sebagai warga Banyumas, dia merasa bangga dengan kehadiran Taman Botani Baturraden meskipun baru pertama kali berkunjung ke destinasi wisata tersebut. Di Taman Botani Baturraden ternyata banyak terdapat berbagai jenis tanaman, beberapa di antaranya merupakan tanaman langka.

Selain itu, penataan tanaman di Taman Botani Baturraden juga sangat cantik dan menarik, sehingga wisatawan juga bisa berswafoto sembari mempelajari tanaman-tanaman tersebut dan menikmati udara yang sejuk.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hudono

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Zaman Edan, dan Ruh yang Mencari Jalan Pulang

Rabu, 15 April 2026 | 16:10 WIB

Relaksasi dan Kompetensi WPOP di Era Coretax

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB

Guyub-Rukun demi Kedamaian

Senin, 13 April 2026 | 13:00 WIB

Sunatullah Tubuh yang Menua: Tafsir Filosofis

Sabtu, 21 Maret 2026 | 08:45 WIB

Lebaran: Obat Kesepian Manusia Modern

Kamis, 19 Maret 2026 | 12:50 WIB

Korupsi Berkedok Idulfitri

Rabu, 18 Maret 2026 | 10:11 WIB

Puasa Sebagai Investasi Spiritual

Senin, 16 Februari 2026 | 10:00 WIB

Hukum Untuk Mewujudkan Kedamaian

Senin, 5 Januari 2026 | 10:00 WIB

Peran Strategis Ibu dalam Pendidikan Anak

Senin, 22 Desember 2025 | 09:31 WIB

FWK Membisikkan Kebangsaan dari Diskusi-diskusi Kecil

Jumat, 31 Oktober 2025 | 10:30 WIB
X