Sementara itu menurut Koordinator Pagelaran Wayang Kontemporer Bambang S Haryanto, S.Sn mengungkapkan, lakon Shinta Bingung adalah cerita carangan.
Sebuah rekaan yang memang dimaksudkan untuk tujuan memberikan hiburan semata. Selain itu dalam cerita ini juga memuat nilai edukasi bagai mana seharusnya seorang pejabat itu untuk dapat dekat dengan masyarakatnya.
"Secara konsep memang sederhana namun sangat menarik, terlebih dalam dialognya. Karena untuk persiapan pentas ini waktu latihan begitu singkat, tetapi semangat untuk memberikan hiburan yang menghibur membuat pentas ini memiliki arti yang lebih," ucapnya.
Para pejabat yang ikut naik panggung dan mendapat casting lakon di antaranya, H.M. Khoirul Muttakin staf Khusus Menko PMK sebagi Bathara Guru, Defy Indiyanto Budiyanto M.A., Sekretaris Umum LSBO PP Muhammadiyah menjadi Batara Indra.
Baca Juga: Rel jalur Jeruklegi-Kawunganten ambles, Dirut KAI: pemulihan terus dilakukan
Kemudian Ahmad Badawi (Semar), Jayadi (Petruk), Harimawan (Bagong) dan Fahrur Rozi (gareng) serta ibu-ibu Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Bantul sebagai dayang-dayang. *