HARIAN MERAPI - Sepenggal tembang 'Getun' merupakan ungkapan hati seseorang yang sudah terlanjur melakukan perbuatan dan adanya penyesalan.
Arti dari tembang 'Getun' menceritakan tentang penyesalan selalu datang di akhir yang menggoreskan hati serta mengorbankan orang-orang yang ada disamping kita.
Penyesalan napi tersebut diangkat Rutan Kelas IIB menjadi menjadi film pendek dengan judul 'Getun' dengan sutradara Jaka Cahyana.
Baca Juga: Jumat Agung: Tablo, Drama Kisah Sengsara Yesus Kembali Digelar di HKTY Ganjuran, Berikut Kisahnya!
Adapun lirik dari tembang 'Getun' yang diangkat menjadi film pendek sebagai berikut:
Hangelangut ati getun twuh keduwung
Urip lena mbilaheni
Rubedaning kang tinemu
Mula getun tiba mburi
Dadi korbaning lelakon
"Film pendek ini berdurasi 5 menit. Kami sengaja membuat film untuk mengukur lomba film pendak dalam angka Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-59 yang jatuh pada 27 April besok," ujar Jaka Cahyana yang juga Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Bantul kepada wartawan, Jumat (7/4/2023).
Untuk memproduksi film tersebut tak memakan waktu lama.
Dalam waktu singkat sutradara menggenjot tulis naskah cerita lanjut casting pemain dari para petugas rutan, penuangan materi dan lanjut proses shooting dan editing.
Di dalam setiap kehidupan tentunya banyak sekali permasalahan yang harus dihadapai setiap orang, tentunya akan mengalami hal yang berbeda beda, suka duka selalu mewarnai dalam kehidupan setiap insan.
Seperti halnya Parjo yang tidak menyangka dengan perbuatannya akan berakibat fatal hingga dia terjerat hukum dan harus menjalani proses persidangan hingga dia harus berada di balik jeruji besi.
Baca Juga: Tips agar anak aman berpuasa, ini asupan yang harus dipenuhi
Parjo tidak menyangka jika perbuatan main hakim sendiri tidak dibenarkan, dan Parjo harus menebus segala kesalahannya, atas tindakannya mendekam di penjara.