• Sabtu, 20 Agustus 2022

Enam Prajurit Marinir yang Terluka dalam Kontak Tembak dengan KKB Dievakuasi ke Timika

- Minggu, 27 Maret 2022 | 20:00 WIB
Evakuasi personel Yonif Marinir 3 yang terluka dalam kontak tembak dengan KKB yang menyerang Pos Satgas Mupe, Sabtu petang (26/3) di Kwareh Bawah, Kabupaten Nduga, Papua.  (ANTARA/HO/Pendam XVII Cenderawasih)
Evakuasi personel Yonif Marinir 3 yang terluka dalam kontak tembak dengan KKB yang menyerang Pos Satgas Mupe, Sabtu petang (26/3) di Kwareh Bawah, Kabupaten Nduga, Papua. (ANTARA/HO/Pendam XVII Cenderawasih)

JAYAPURA, harianmerapi.com - Enam orang anggota Yonif Marinir-3 yang terluka dalam kontak tembak dengan kelompok sipil bersenjata (KSB) di Kwareh Bawah, Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (27/3/2022) dievakuasi ke Timika.

Keenam korban luka tembak yang dievakuasi yakni Serda RF, Serda BP, Serda EES, Pratu ASA, Prada ADP, dan Prada LH. Setibanya di Timika, langsung dirawat di IRD RSUD Timika.

"Evakuasi para korban menggunakan helikopter milik TNI-AU," kata Waka Pendam XVII Cenderawasih Letkol Inf Chandra Kurniawan di Jayapura, Minggu (27/3).

Baca Juga: Dua Marinir Letda Iqbal dan Pratu Wilson Gugur Diserang KKB, Jenazah Korban Dievakuasi ke Timika

Dijelaskan, dua orang prajurit lainnya yakni Pratu RS dan Pratu DS dirawat di Kotis Marinir karena luka yang dideritanya kategori ringan.

Tercatat 10 prajurit yang tergabung dalam Satgas Mupe terluka dalam baku tembak dengan KSB, dua di antaranya meninggal yaitu Letda Mar Moh Iqbal dan Pratu Mar Wilson Anderson Here.

Menurut Chandra, kedua jenazah prajurit Marinir tersebut akan dievakuasi pada Senin (28/3) untuk dimakamkan di kampung halaman masing-masing.

Baca Juga: Danrem 172 PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan: Belum Ada Laporan Prada Yotam Bungiangge Gabung KKB

"Jenazah Letda Mar Moh Iqbal akan dimakamkan di Kendari dan Pratu Mar Wilson Anderson Here dimakamkan di Kupang," jelas Letkol Inf Chandra seperti dikutip dari Antara.

KSB pimpinan Egianus Kogoya, Sabtu petang (26/3), menyerang pos satgas Mupe yang berada di Kware Bawah, dari dua arah.

Egianus Kogoya sendiri dilaporkan membawa senjata api pelontar granat (GLM) dan sempat menembakkannya hingga bunyinya terdengar sampai ke Kota Kenyam.

GLM dan pelurunya diperoleh Egianus Kogoya setelah mereka menyerang prajurit TNI yang bertugas di Kabupaten Nduga.*

Editor: Sutriono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rumah kades di Sumut dibakar, ini pelakunya

Minggu, 14 Agustus 2022 | 06:30 WIB
X