HARIAN MERAPI - Setelah dilakukan penyelidikan secara intensif. Satreskrim Polresta Sleman mengamankan pelaku penganiayaan yang terjadi di Jalan Agrowisata Ledok Nongko, Bangunkerto, Turi.
Penganiayaan tersebut terjadi, Kamis (5/10/2023) sekitar pukul 23.30 WIB. Akibatnya KNP warga Ngaglik mengalami luka lecet di tangan dan kaki, sedangkan DDS warga Yogyakarta mengalai luka pada bagian kepala.
Kapolresta Sleman AKBP Yuswanto Ardi SIK, Senin (9/10/2023) mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan 3 orang pelaku penganiayaan. Mereka terdiri 2 orang pelaku dewasa dan 1 orang Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH).
Dua pelaku dewasa tersebut yakni MI (18) warga Tempel, HZDZ (18) warga Turi, dan ABH anak berkonflik dengan hukum berusia 17 tahun warga Sleman. Hingga saat ini polisi masih terus mengembangkan kasus ini.
Dalam menjalankan aksinya, ketiga pelaku mempunyai peran masing-masing. Pelaku MI berperan sebagai jongki, HZDZ yang mempunyai senjata tajam jelas celurit dan pelaku anak di bawah umur adalah eksekutornya.
"Mereka kami tangkap Jumat (6/10/2023) malam, di rumah masing-masing," katanya.
Dari penangkapan ketiga pelaku itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit, dan sepeda motor Yamaha N-Max. Modus para pelaku yakni membantu temannya yang mempunyai masalah.
Baca Juga: Berpapasan dengan Pengendara Motor, 2 Orang Jadi Korban Penganiayaan di Turi Sleman
Kasus itu bermula saat pelaku MI berniat meminjam celurit ke HZDZ. Pasalnya, HZDZ memiliki permasalahan dengan orang lain, dimana pelaku MI meminta ditemani oleh ABH untuk mengambil senjata.
Selanjutnya, pelaku HZDZ menyerahkannya. Setelah itu, pelaku berniat ke rumah pelaku MI, tetapi di dalam perjalanan mereka bertemu dengan rombongan korban.
"Saat berpapasan, rombongan korban menantang-nantang rombongan pelaku dengan cara melambaikan tangan seolah menantang," katanya.
Melihat hal itu, rombongan pelaku mencoba mengejar korban dan saat ABH yang membawa senjata tajam menggesekkan ke aspal sambil mengejar korban. Sehingga kedua rombongan terjadi kejar-kejaran.