• Rabu, 20 Oktober 2021

Tangkis Serangan Hoaks, Pemkot Yogyakarta Gerakkan Segoro Amarto Gaman Siber

- Rabu, 25 Agustus 2021 | 20:47 WIB
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi (kanan) saat memaparkan terkait Segoro Amarto Gaman Siber.  (Humas Pemkot Yogyakarta)
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi (kanan) saat memaparkan terkait Segoro Amarto Gaman Siber. (Humas Pemkot Yogyakarta)

 

YOGYA, harianmerapi.com - Pemerintah Kota Yogyakarta menggerakkan Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyakarta dengan Menjaga Keamanan Siber (Segoro Amarto Gaman Siber) untuk menangkis informasi hoaks dan konten negatif di internet.

Gerakan itu mendasarkan prinsip gotong royong masyarakat dalam menyaring dan membagikan informasi dari dunia internet atau siber, terutama media sosial.

“Dengan Segoro Amarto Gaman Siber harapannya menjadikan segala sesuatu yang bersifat informasi di media sosial harus didorong semangat gotong royong sehingga bisa menjaga keamanan siber,” kata Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi dalam seminar bertajuk Segoro Amarto Gaman Siber secara daring di Balaikota Yogyakarta, Rabu (25/8/2021).

Baca Juga: 1.300 Hoaks Soal Vaksin Covid-19 Bertebaran di Medsos, Masyarakat Harus Cek Informasi

Heroe menyampaikan Gaman Siber berasal dari kata gaman dalam Bahasa Jawa yang berarti senjata. Semangat gotong royong dinilainya sudah terbukti saat masyarakat dulu menghadapi penjajah. Gotong royong diharapkan menjadi cara menghadapi banjirnya berbagai informasi yang bisa membuat orang kebingungan. Dicontohkan semangat gotong royong itu misalnya saat mendapatkan informasi dapat mengkonfirmasi dengan teman-teman sekitar terkait kebenarannya.

“Pencarian kebenaran inilah yang harus dibagi dalam gotong royong. Jadi harapan kami dengan Segoro Amarto Gaman Siber ini mampu menjadikan kekuatan daya tahan atau ketahanan nasional atau ketahanan wilayah dalam menghadapi serbuan berbagai macam informasi. Adanya kegotongroyongan kita tidak mudah tersulut oleh suatu informasi yang tidak jelas,” terangnya.

Baca Juga: Takut Divaksin Gara-gara Percaya Hoaks di Media Sosial

Menurutnya dampak hoaks bisa berakibat fatal. Dicontohkan beredar hoaks terkait Covid-19 dan vaksin sehingga membuat sebagian orang tidak mau divaksin karena termakan informasi atau berita yang tidak terkonfirmasi. Dampaknya orang itu belum divaksin, abai protokol kesehatan dan saat terkena kondisinya parah dan bisa meninggal.

Halaman:

Editor: Sutriono

Tags

Terkini

Stok Darah PMI Jogja Hari Ini, Selasa 19 Oktober 2021

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:10 WIB

77 Karyawan Pinjol Ilegal Dipulangkan ke Jogja

Minggu, 17 Oktober 2021 | 08:35 WIB
X