Bencana kelaparan akan terjadi pada tahun 2050, begini penjelasan pakar UGM

- Rabu, 30 November 2022 | 10:45 WIB
Dekan Fakultas Pertanian, Jaka Widada (kanan) menjelaskan dampak perubahan iklim yang menyebabkan bencana kelaparan . (Foto : Awan Turseno)
Dekan Fakultas Pertanian, Jaka Widada (kanan) menjelaskan dampak perubahan iklim yang menyebabkan bencana kelaparan . (Foto : Awan Turseno)



HARIAN MERAPI - Organisasi pangan dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO) memprediksi bencana kelaparan akan terjadi di tahun 2050 adalah ancaman riil bagi dunia termasuk Indonesia.


Kondisi ini salah satunya dipicu oleh pertambahan jumlah penduduk dunia yang akan mencapai angka sepuluh milyar di tahun tersebut.


Bencana kelaparan di dunia termasuk Indonesia yang akan terjadi pada tahun 2050 bisa dikatakan riil.

Baca Juga: Gelontorkan anggaran Rp 352,5 juta, Baznas Bantul salurkan beasiswa untuk 470 siswa dhuafa berprestasi


Prediksi itu menjadi ancaman yang harus dipikirkan, kata Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Jaka Widada pada acara Pojok Bulaksumur, di kampus setempat, Selasa (29/11/2022).


Dijelaskan Jaka, bencana kelaparan tersebut akibat jumlah penduduk dunia akan menembus 10 miliar.


Dampaknya akan terjadi kelaparan luar biasa manakala produksi pangan tidak naik sebesar 70 persen dari sekarang.

Baca Juga: Bank OCBC NISP hadirkan fitur terbaru Kartu Debit Global Wallet, plesiran ke luar negeri jadi mudah dan aman


Meningkatkan produksi pangan ini bukan hal yang mudah karena dampak perubahan iklim juga sangat berpengaruh untuk sektor pertanian,” ucapnya.


Menurutnya, ada tiga negara yang telah siap menghadapi ancaman krisis pangan. Yakni Cina, Israel dan Belanda.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

CMFest 3.0 dukung tumbuhnya wirausaha muda

Kamis, 2 Februari 2023 | 20:20 WIB
X