Kegembiraan Mbah Jo: bisa beli motor baru dari hasil ojek online

- Jumat, 11 November 2022 | 14:39 WIB
Kegembiraan Mbah Jo usai jadi driver ojek online. (Foto: dokumentasi JogjaKita)
Kegembiraan Mbah Jo usai jadi driver ojek online. (Foto: dokumentasi JogjaKita)

HARIAN MERAPI- Tak ingin menghabiskan masa tua hanya dengan menopang dagu, Bambang Djoko Supono (55) memutuskan bergabung dengan perusahaan transportasi online di Yogya, JogjaKita. Namun di luar dugaan, keputusan pria yang akrab disapa Mbah Jo ini menjadi driver justru membawa kegembiraan karena bisa bertemu dengan orang baru setiap harinya serta tentu saja, mengantongi penghasilan yang lumayan.

Disambangi di kediamannya baru-baru ini, Mbah Jo nampak sedang duduk santai di ruang tamu. Di sampingnya, ada motor matic yang masih baru.
"Iya, ini hasil ngojek JogjaKita. Padahal baru delapan bulan saya ngojek, hasilnya sudah bisa untuk beli motor," katanya.

Mbah Jo kemudian bercerita, ia mulai bergabung dengan JogjaKita sejak Maret 2022. Keinginannya menjadi driver ojek online berjaket merah itu sempat ditentang anaknya karena semua kebutuhan hidup Mbah Jo sudah ditanggung. Namun karena merasa masih mampu untuk bekerja, ia akhirnya memutuskan menjadi mitra driver ojek online dan memilih JogjaKita.

Baca Juga: Pengalaman misteri diganggu danyang Pantai Glagah 2: Purnama kejang dan memukuli kepala sendiri dengan tongkat

Dalam sehari, Mbah Jo bisa melayani 6-10 orderan. Ia bahkan menjadi langganan sejumlah penumpang tuna netra yang bekerja sebagai tukang pijat. Tidak sedikit yang meminta Mbah Jo menjadi driver pribadi, namun ditolak dengan alasan profesionalitas.

"Saya memang selalu mendahulukan kepentingan customer. Sebab jika customer puas dengan pelayanan kita, mereka akan kembali menggunakan JogjaKita sehingga rezeki para driver semakin lancar," ucapnya.

Menjadi driver JogjaKita bagi Mbah Jo menyenangkan karena bisa bertemu orang baru setiap harinya sebagai tempat bertukar cerita dan pengalaman. Selain itu, Mbah Jo juga mendapatkan penghasilan yang bisa ditabung mengingat kebutuhan hidup sehari-hari sudah ditanggung anaknya.

"Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Delapan bulan ngojek, saya bisa beli motor baru. Setelah ini, hasil ngojek mau saya tabung untuk mempersiapkan hari tua," katanya. *

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X