• Sabtu, 10 Desember 2022

Komnas HAM akan cek TKP tewasnya Brigadir J di Duren Tiga, namun tetap didampingi Labfor Polri

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:15 WIB
   Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo, saat ditemui awak media  (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo, saat ditemui awak media (ANTARA/Laily Rahmawaty)



HARIAN MERAPI - Komnas HAM telah menemukan indikasi terjadinya pelanggaran HAM dalam kasus terbunuhnya Brigadir J.


Namun, untuk mendapatkan data lebih lengkap, Komnas HAM akan mengecek tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Brigadir J di Rumah Dinas Kadiv Propam, Duren Tiga Jakarta Selatan.


Rencananya Komnas HAM akan mengecek TKP Senin besok didampingi Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.

Baca Juga: Inter Milan berjaya di kandang Lecce, curi tiga poin pada laga perdana Serie A musim ini

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo, Minggu, membenarkan rencana pengecekan TKP Duren Tiga oleh Komnas HAM, ter​​​​​​masuk didampingi pula oleh Inafis dan dokter polisi.
"Infonya begitu, nanti didampingi Labfor, Inafis, dan dokter kepolisian. Cuma waktunya nunggu "update" lagi," ujar Dedi.


Sebelumnya, Komnas HAM RI menemukan adanya indikasi kuat terjadinya pelanggaran HAM dalam kasus kematian Brigadir J, khususnya yang mengarah pada "obstruction of justice" atau upaya penghambatan penegakan hukum.

"Makanya salah satu fokus kami, misalnya soal 'obstruction of justice' dalam konteks kepolisian itu perusakan tempat kejadian perkara," kata Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam di Jakarta, Kamis (11/8).

Baca Juga: Neymar dan Kylian Mbappe pimpin kemenangan PSG lawan Montpellier 5-2

Komnas HAM, kata dia, mendalami dan memperhatikan terkait "obstruction of justice" dalam kasus tersebut. Sebab apabila ditemukan, hal itu merupakan bagian dari pelanggaran HAM.


Komnas HAM telah memeriksa Irjen Pol. Ferdy Sambo yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka bersama dua ajudan dan satu asisten rumah tangga merangkap sopir. Ketiganya adalah Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal atau Bripka RR, dan Kuat Maaruf atau KM (sipil).

Baca Juga: Milan berusaha pertahankan gelar juara Liga Italia setelah gasak Udinese 4-2

Keempat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP junto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.

Dalam kasus ini, terdapat 31 anggota Polri yang melanggar prosedur dalam penanganan olah TKP Duren Tiga. sebanyak16 di antaranya ditahan di tempat khusus, yakni enam orang di Mako Brimob dan 10 di Provost Mabes Polri.*

 

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X