• Sabtu, 10 Desember 2022

Pasca terbongkarnya kasus pembunuhan Brigadir J, saatnya Polri bersih-bersih

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 10:00 WIB
Mantan Kepala Divisi Propam Polri  Irjen Pol. Ferdy Sambo usai jalani pemeriksaan di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022).  (ANTARA/Laily Rahmawaty.)
Mantan Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo usai jalani pemeriksaan di gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022). (ANTARA/Laily Rahmawaty.)



KASUS penembakan terhadap Brigadir J ternyata masih menarik diikuti, karena masih akan ada babak baru terkait kasus tersebut. Seperti dikatakan Menkopolhukam Moh Mahfud MD, kasus ini bukan tindak pidana biasa, dengan demikian bisa dibilang luar biasa.

Banyak rumors yang berkembang menyelimuti kasus tersebut. Berbagai pertanyaan pun muncul, apakah kasus ini sekadar bermotif perselingkuhan ? Kalau ya, mengapa pula sampai harus membawa korban nyawa ? Atau, jangan-jangan ada motif lebih besar lagi dibanding sekadar asmara ?

Mungkin inilah saatnya bagi Kapolri untuk bersih-bersih, yakni membersihkan institusi Bhayangkara dari segala praktik kotor, entah itu mafia, geng dan sebagainya. Kita tak hendak berspekulasi terkait terbunuhnya Brigadir J. Kita hanya berharap Kapolri membongkar kasus ini hingga ke akar-akarnya.

Baca Juga: Bengkel motor di Kosambi Tangerang terbakar, satu orang tewas

Artinya, tidak sekadar menangkap pelaku yang terlibat pembunuhan Brigadir J, melainkan juga terkait dengan motif yang tentu saja harus didalami dan membutuhkan waktu yang tidak singkat. Kita mendorong tim khusus (Timsus) bentukan Kapolri ini bekerja sampai tuntas dan tidak berhenti dengan tertangkapnya pelaku pembunuhan, melainkan menggali lebih dalam hingga menemukan akar persoalannya.

Ini penting mengingat institusi Polri harus diselamatkan. Polri harus bersih dari praktik-praktik kotor akibat ulah tidak profesional personelnya. Karenanya kita juga mendukung langkah Kapolri mengambil tindakan tegas terhadap puluhan personel Polri yang dinilai tidak profesional, melanggar prosedur dan etika.

Dengan pemberian sanksi, baik yang bersifat administratif maupun pidana, diharapkan membuat mereka jera dan tak mengulangi perbuatannya. Selain itu juga menjadi contoh bagi yang lain bahwa institusi Polri harus dijaga kewibawaannya, bila main-main maka bersiap menerima sanksi yang berat.

Baca Juga: Simpang Gondomanan Jogja segera bebas kabel udara, proyek penataan pakai Danais sebesar Rp 12,2 miliar

Kasus pembunuhan Brigadir J memang menorehkan sejarah kelam bagi jajaran aparat kepolisian, apalagi melibatkan Ferdy Sambo yang notabene berpangkat jenderal bintang dua. Namun peristiwa ini diharapkan tak membuat anggota korps Bhayangkara kehilangan semangat, sebaliknya justru menjadi pelecut untuk berbuat lebih baik dan memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Lebih dari itu, kita mendukung Kapolri untuk melakukan restrukturisasi di jajaran korps Bhayangkara. Mereka yang menduduki jabatan strategis harus benar-benar orang pilihan dan telah melalui seleksi yang ketat, jangan sampai kecolongan. Memang tidak ada yang sempurna, tapi paling tidak mendekati sempurna.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Awas copet berseragam, ini aksi mereka

Jumat, 9 Desember 2022 | 11:00 WIB

Bila DC rampas motor, ini akibatnya

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:00 WIB

Hukuman sungkem untuk anak nakal, efektifkah ?

Jumat, 9 Desember 2022 | 09:30 WIB

Mengembangkan jiwa pemaaf

Jumat, 9 Desember 2022 | 05:30 WIB

Bila penjahat nyamar penghuni kos, ini yang terjadi

Kamis, 8 Desember 2022 | 10:00 WIB

Awas, paranormal gadungan beraksi di media sosial

Kamis, 1 Desember 2022 | 11:30 WIB

Waspadai maling di lokasi bencana gempa Cianjur

Selasa, 29 November 2022 | 10:55 WIB

Teladan Jayamahe

Selasa, 29 November 2022 | 09:15 WIB
X