• Rabu, 7 Desember 2022

Izin Pesantren Shiddiqiyyah Jombang Batal Dicabut Kemenag, Begini Penjelasan Muhadjir Effendy

- Selasa, 12 Juli 2022 | 10:50 WIB
Kemenag Cabut Izin Operasional Pesantren Shiddiqiyyah Jombang. (ANTARA/HO-WI)
Kemenag Cabut Izin Operasional Pesantren Shiddiqiyyah Jombang. (ANTARA/HO-WI)


JAKARTA, harianmerapi.com - Pemerintah membatalkan pencabutan izin operasional Pondok Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

"Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah yang berada di Jombang, Jawa Timur, dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sekaligus Menteri Agama Ad Interim Muhadjir Effendy saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (12/7/2022).

Kementerian Agama sebelumnya menyatakan mencabut izin operasional Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah di Kabupaten Jombang menyusul perkara dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh MSAT alias Bechi seorang pengurus lembaga pendidikan tersebut.

Baca Juga: Bechi Jombang Jadi Tersangka Pencabulan Santriwati, Izin Pesantren Shiddiqiyyah Dicabut Kementerian Agama

"Saya sudah meminta Pak Aqil Irham, Plh. Sekjen Kemenag, untuk membatalkan rencana pencabutan izin operasionalnya," kata Muhadjir seperti dilansir dari Antara.

Ia mengatakan bahwa pencabutan izin dibatalkan karena kasus kekerasan seksual hanya melibatkan satu pengurus pesantren, tidak melibatkan lembaga pondok pesantren, dan pengurus pesantren yang diduga melakukan kekerasan seksual sudah ditangkap polisi.

"Begitu juga mereka yang telah menghalang-halangi petugas (sudah ditangkap)," katanya.

Baca Juga: Bechi Tersangka Pencabulan di Pesantren Shiddiqiyyah , Bagaimana Nasib Santriwati yang Jadi Korban ?

"Sedang di ponpes itu ada ribuan santri yang perlu dijamin kelangsungan belajarnya," ia menambahkan.
​​​​​​​
Muhadjir berharap warga memahami keputusan pemerintah membatalkan pencabutan izin operasional pesantren tersebut ditujukan untuk memberikan kejelasan kepada santri dan orang tua santri mengenai kelanjutan pendidikan di pondok pesantren.

"Saya berharap masyarakat dapat memahami keputusan tersebut," katanya.

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

800 orang calon PPK Kabupaten Temanggung mengikuti CAT

Selasa, 6 Desember 2022 | 20:25 WIB
X