• Selasa, 9 Agustus 2022

Kongres Sampah II di Klaten Cetuskan Lima Rumusan

- Senin, 27 Juni 2022 | 07:40 WIB
Penyerahan rumusan hasil Kongres Sampah II di Jawa Tengah.  (ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng)
Penyerahan rumusan hasil Kongres Sampah II di Jawa Tengah. (ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng)

KLATEN, harianmerapi.com - Pelaksanaan Kongres Sampah II di Paseban Candi Plaosan, Desa Bugisan, Prambanan, Kabupaten Klaten, pada 25-26 Juni 2022 menghasilkan lima rumusan penting terkait dengan upaya pengurangan sampah di Provinsi Jateng.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah Peni Rahayu di Semarang, Minggu (26/6/2022), mengatakan rumusan dari Kongres Sampah II di Klaten itu bagus karena sudah mulai terintegrasi dari hulu sampai hilir.

Kelima rumusan itu adalah bergotong-royong berkolaborasi mewujudkan desa mandiri sampah dengan 'Telung-Ng' yaitu ngelongi, nganggo, ngolah sebagai komitmen pengelolaan sampah harus menjadi mata ajaran atau kurikulum sekolah di segala arah demi lingkungan lestari dan rakyat sejahtera.

Baca Juga: Pasca Penggeledahan Kantor, Dua Tokoh Khilafatul Muslimin Klaten Jadi Tersangka

Selanjutnya, penguatan kelembagaan yang didukung kebijakan, sumber daya ilmu pengetahuan yang inovatif dan ramah lingkungan juga memerlukan komitmen untuk koneksitas hubungan antarpihak penting dalam pengelolaan sampah, dan komitmen pengelolaan sampah menjadi salah satu butir janji politik calon pemimpin.

"Apapun eksekutif, yudikatif, mereka punya program kerja di sektor lingkungan karena saat ini sudah sangat kita butuhkan segera kita lakukan pelestarian," katanya seperti dilansir dari Antara.

Ia menambahkan, sesuai hasil masing-masing komisi dalam Kongres Sampah II yang dihelat dua hari ini tercetus agar pengelolaan sampah dimulai dari yang terkecil lebih dulu yakni rumah tangga.

Baca Juga: Tragedi Hilangnya 2 Sahabat di Gunung Slamet Bagian 14: Iqbal Terpeleset dan Jatuh ke Jurang, Begini Nasibnya

"Perlakuan sampah dari rumah tangga dalam mengelola sampah. Sampah dari yang terkecil lebih dulu, kalau yang terkecil sudah tertangani seperti yang kecil dijadikan pupuk.

Halaman:

Editor: Sutriono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X