• Selasa, 6 Desember 2022

Kecanduan Internet Bisa Berdampak Negatif bagi Anak, Anggota DPR Sukamnta Beberkan Bahayanya

- Sabtu, 16 April 2022 | 15:15 WIB
Sukamta (Foto: Samento Sihono)
Sukamta (Foto: Samento Sihono)

JOGJA,harianmerapi.com-Anggota Komisi I DPR RI Sukamta menyebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), 88,99 persen anak berusia lima tahun ke atas atau hampir 90 persen mengakses internet untuk sosial media (sosmed).

Ia menilai anak-anak di Indonesia terlalu dini dalam mengakses internet, padahal tidak semuanya aman dan baik.

Internet memiliki ancaman serius, seperti serangan siber, kecanduan internet, hingga dibuli.

"Tidak jarang anak-anak dibuli di internet. Selain itu mereka juga rawan mengakses informasi yang tidak sehat dari internet," kata Sukamta saat menjadi narasumber Seminar Merajut Nusantara, Jumat (15/4/2022).

Baca Juga: Internet Bagai Pisau Bermata Dua, Harus Diimbangi dengan Literasi Digital

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan orangtua agar menjaga anak-anaknya supaya tidak kecanduan internet. Dari survei RSCM tahun 2020 diketahui 19,3 anak mengalami kecanduan internet.

"Bisa jadi kecanduan itu berawal dari keteledoran orangtua. Daripada anaknya rewel dan menangis, kemudian diberi gadget sebagai mainan. Kecanduan internet ini bisa berdampak negatif bagi anak," katanya.

Sukamta menambahkan, berdasarkan hasil riset dokter Kristina dari RSCM, anak yang mengalami kecanduan internet mengalami perubahan otak. Akibatnya sesorang sulit membuat keputusan, konsentrasi dan fokus.

Baca Juga: Dongkrak Kapasitas Jaringan Internet, XL Axiata Geber Teknologi Smart Massive MIMO

Seminar bertema Keamanan Anak di Platform Digital ini merupakan hasil kerja sama Bakti Kominfo RI dan DPR RI. Narasumber lainya adalah
Prof Kalamullah Ramli dan Diana Setyawati Dosen Fakultas Psikologi UGM.

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X