• Sabtu, 29 Januari 2022

Banyak Remaja Lakukan Self Diagnose Kesehatan Mental Hanya Lewat Internet, Ini Bahayanya

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 08:14 WIB
Ilustrasi ketika memberikan bantuan pada seseorang yang mengalami masalah kesehatan jiwa  (ANTARA/Shutterstock)
Ilustrasi ketika memberikan bantuan pada seseorang yang mengalami masalah kesehatan jiwa (ANTARA/Shutterstock)



JAKARTA, harianmerapi.com - Saat ini banyak remaja melakukan diagnosis terhadap kesehatan mental diri sendiri atau self diagnose, sehingga justru membahayakan.

Hal ini diingatkan psikolog Klinis dan Pengurus Bidang Strategi Komunikasi Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK) Wilayah DKI Jakarta Masfuukhatur Rokhmah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (8/10/2021).


Dia mengatakan banyak remaja telah melakukan self-diagnose (mendiagnosis diri sendiri) pada kesehatan mentalnya tanpa bantuan dari para ahli.

Baca Juga: BMKG Prakirakan Hampir Seluruh Wilayah di Indonesia Sabtu Cerah Berawan

“Mereka mendiagnosis diri sendiri karena merasa tidak bisa konsul. Jadi mereka baca saja dari sini (internet), datang kadang-kadang karena informasi yang berasal dari internet. Ini sangat memprihatinkan,” kata Masfuukhatur.

Masfuukhatur menuturkan, setelah melakukan diagnosis dengan membaca informasi dari internet, para remaja akan tersugesti merasakan hal serupa sesuai dengan informasi yang dibaca sehingga berpikir bahwa mereka memiliki gangguan psikologis.

Padahal untuk mendiagnosis kesehatan jiwa, kata dia, tidak mudah dan perlu dilakukan tahap-tahap pemeriksaan lebih lanjut yang dibantu oleh para ahli seperti psikolog klinis ataupun psikiater di puskesmas maupun rumah sakit.

Baca Juga: Kualifikasi Piala Dunia 2022, Belanda Menang Tipis 1-0 atas Latvia

Menurut dia, tahapan-tahapan tersebut dimulai dengan melakukan asesmen (proses evaluasi individu) oleh psikolog, kemudian bila diperlukan akan dilakukan tes psikologi berupa wawancara klinis dan psikotes hingga observasi kesehatan.

Observasi tersebut meliputi kajian pada riwayat kesehatan seseorang baik secara fisik maupun mental, serta significant others atau orang-orang yang secara signifikan berkaitan dengan anak.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X