• Selasa, 9 Agustus 2022

10.000 Warga Terdampak Gempa di Pasaman Barat Masih Mengungsi

- Minggu, 27 Februari 2022 | 13:46 WIB
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, saat menjenguk salah satu korban terdampak gempa di Pasaman Barat, Jumat 25 Februari 2022.  (Foto: Dedi Oscar Adams/sumbarprov.go.id))
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, saat menjenguk salah satu korban terdampak gempa di Pasaman Barat, Jumat 25 Februari 2022. (Foto: Dedi Oscar Adams/sumbarprov.go.id))

 

PASAMAN, harianmerapi.com - Hingga Minggu 27 Februari 2022 tercatat 10.000 warga terdampak gempa di Pasaman Barat, Sumatera Barat, masih mengungsi.

Gempa di Pasaman Barat dengan magnitudo 6,1 pada Jumat 25 Februari 2022 menyebabkan rusaknya ratusan bangunan dan merenggut korban jiwa.

Bupati Pasaman Barat, Hamsuardi, mengatakan 10.000 warga terdampak gempa di Pasaman Barat saat ini berada dalam pengungsian, dan 3.000 di antaranya diungsikan di halaman kantor bupati setempat.

Menurut dia, dampak gempa di Pasaman Barat juga menyebabkan sekitar 300 rumah rusak berat dengan perkiraan total 2.000 rumah terdampak.

Baca Juga: Konfilk Rusia-Ukraina, Indonesia Harus Antisipasi Dampak Kenaikan Harga Minyak

"Kita masih belum memiliki data pasti, karena pendataan kerusakan pascagempa sejak kemarin terkendala hujan lebat," ungkap Hamsuardi, dikutip dari laman sumbarprov, pada Minggu (27/2/2022).

Sementara itu Bupati Pasaman, Benny Utama, memperkirakan hingga Sabtu sore sebanyak 30 rumah terdata rusak berat dan 500 unit mengalami kerusakan ringan hingga sedang.

Terkait jumlah korban jiwa, Benny Utama mengatakan bahwa pada Sabtu sore (26/2) telah ditemukan satu jenazah korban yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Dia merincikan, dari Nagari (desa) Malampah, Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, tercatat 6 korban jiwa dan 4 orang masih dinyatakan hilang, serta 5 orang luka berat dan 36 luka ringan.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BMKG : Waspadai angin kencang di Labuan Bajo

Minggu, 31 Juli 2022 | 12:10 WIB
X