• Senin, 23 Mei 2022

Tak Perlu Panik Hadapi Omicron, yang Penting Semua Terkontrol

- Sabtu, 29 Januari 2022 | 15:15 WIB
ilustrasi vairan Omicron  (ANTARA/Andi Firdaus)
ilustrasi vairan Omicron (ANTARA/Andi Firdaus)

JAKARTA, harianmerapi.com - Sejak diumumkan temuan lima pasien varian omicron yang pertama pada 16 Desember 2021 hingga menjelang akhir Januari 2022, kasus varian baru Covid-19 di Indonesia terus melonjak, setelah sempat melandai pascagelombang kedua pada Juni-Juli 2021.

Tercatat hingga Rabu (26/1) jumlah penderita varian omicron di Indonesia mencapai 1.988 pasien, sementara jumlah kasus harian nasional Covid-19 mencapai 9.905 kasus hingga Jumat (28/1).

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memperkirakan jumlah kasus akan terus meningkat, bahkan mencapai puncaknya pada Februari hingga awal Maret 2022, tentunya dengan penyumbang terbesar varian omicron.

DKI Jakarta menjadi penyumbang tambahan kasus harian terkonfirmasi positif Covid-19 terbanyak, mencapai 4.558 orang hingga Jumat (28/1) pukul 12.00 WIB. Fakta itu sangat wajar karena Jakarta sebagai pusat bisnis dan politik dengan mobilitas warga yang begitu tinggi, sehingga memungkinkan virus cepat menyebar.

Baca Juga: Begini Horoskop Asmara dan Cinta Menurut Ramalan Zodiak Besok Minggu, 30 Januari 2022

Terlebih lagi, varian omicron, berdasarkan data para ahli, memiliki tingkat penularan yang sangat cepat hingga lima kali lipat dari varian-varian sebelumnya.

Bukan hanya di Indonesia, sejumlah negara juga mencatatkan kenaikan kasus positif yang signifikan karena omicron.

Menurut Juru Bicara Nasional Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, setidaknya sudah 150 negara yang memiliki kasus omicron dengan lebih dari 500.000 kasus terdeteksi.

Tercatat enam negara masuk ke dalam 10 besar negara terbanyak kasus positif, berkisar antara 3.000-160.000 kasus, yaitu Italia mengalami peningkatan kasus 122 kali lipat menjadi 1,3 juta kasus per pekan.

Disusul Australia dengan kenaikan kasus 62 kali lipat menjadi 760.000 kasus per minggu, Prancis naik 43 kali lipat menjadi 2.000.000 kasus per minggu, Kanada naik 18 kali lipat menjadi 320.000 kasus per minggu, Amerika Serikat naik 11 kali lipat menjadi 5,6 juta per minggu dan Inggris naik dua kali lipat menjadi 700.000 kasus per pekan.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Akan Secepatnya Hapus PPKM

Minggu, 22 Mei 2022 | 15:40 WIB

Selamat Jalan Prof. Fahmi Idris

Minggu, 22 Mei 2022 | 14:50 WIB

KPK Ajak Masyarakat Bantu Cari Harun Masiku

Jumat, 20 Mei 2022 | 23:00 WIB

Diberhentikan IDI, Terawan Bergabung ke PDSI

Jumat, 20 Mei 2022 | 18:30 WIB
X