• Sabtu, 21 Mei 2022

Antisipasi Meluasnya Penyebaran Omicron, Ganjar Pranowo Minta Masayarakat Giatkan 'Jogo Tonggo'

- Selasa, 25 Januari 2022 | 20:30 WIB
Ilustrasi - Seorang warga positif COVID-19 berdiri di rumahnya di Kelurahan Kejambon, Tegal, Jawa Tengah, Rabu (28/10/2020). Warga tersebut beserta lima anggota keluarganya melakukan isolasi mandiri karena positif COVID-19, sehingga para tetangga di sekitar rumahnya secara sukarela bergotong royong membantu menyediakan makanan atau sembako dalam kegiatan sosial "Jogo Tonggo" atau menjaga tetangga.  (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Ilustrasi - Seorang warga positif COVID-19 berdiri di rumahnya di Kelurahan Kejambon, Tegal, Jawa Tengah, Rabu (28/10/2020). Warga tersebut beserta lima anggota keluarganya melakukan isolasi mandiri karena positif COVID-19, sehingga para tetangga di sekitar rumahnya secara sukarela bergotong royong membantu menyediakan makanan atau sembako dalam kegiatan sosial "Jogo Tonggo" atau menjaga tetangga. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

 

BREBES, harianmerapi.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat mengaktifkan kembali Program "Jogo Tonggo" guna mengantisipasi meluasnya penyebaran Covid-19 varian baru, Omicron (B 11529).

"Masyarakat tidak perlu panik, tapi ini 'wake up call' juga untuk mengingatkan kepada yang lain. 'Jogo Tonggo'-nya jalan lagi, peringatan untuk pakai masker jalan lagi," kata dia di Kabupaten Brebes, Selasa (25/1/2022).

Ia mengungkapkan hingga saat ini perkembangan kasus Covid-19 varian Omicron terus dipantau, termasuk pengambilan sampel dengan "whole genome sequencing" yang juga terus dilakukan.

Baca Juga: Khasiat Bawang Putih untuk Memperkuat Ketahanan Tubuh, Melawan Disentri dan Membersihkan Darah

Ganjar meminta masyarakat tidak takut menghadapi Omicron, namun berpegang pada pengalaman kenaikan kasus yang cepat di Eropa.

"Makanya dibutuhkan dari masyarakat, pakai masker ya, taat prokes aja insyaallah dari beberapa pengalaman kan lebih bahaya Delta saat itu, jadi kita tidak boleh lengah pada soal itu," katanya.

Sejalan dengan itu, ia juga meminta peningkatan kontrol pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang saat ini sedang berjalan.

Percepatan vaksinasi, lanjut Ganjar, juga harus terus dilakukan dengan prioritas anak-anak usia 6-11 tahun, para lansia dan orang dengan komorbid.

Baca Juga: 4 Orang Probable Omicron di DIY, Saat ini Masih Ditunggu Hasil WGS-nya

"Vaksin segera dipercepat, 'wabil' (lebih) khusus kepada lansia termasuk mereka yang harus di-'boosting' (dilakukan penguatan), apalagi mereka yang komorbid harus dalam pantauan karena kita amankan dulu mereka yang kelompok rentan sehingga kita harapkan ini bisa mencegah," katanya.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPR RI Kritik PPN Hasil Pertanian Tertentu

Minggu, 15 Mei 2022 | 16:30 WIB
X