• Sabtu, 21 Mei 2022

Apa Hikmah yang Bisa Dipetik dari Pernyataan Arteria Dahlan?

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 15:45 WIB
Dokumentasi pagelaran kebudayaan Sunda di Kabupaten Bandung. Negara melindungi kekayaan budaya daerah sebagai komponen kekayaan budaya nasional.  (ANTARA/HO-Humas Pemerintah Kabupaten Bandung)
Dokumentasi pagelaran kebudayaan Sunda di Kabupaten Bandung. Negara melindungi kekayaan budaya daerah sebagai komponen kekayaan budaya nasional. (ANTARA/HO-Humas Pemerintah Kabupaten Bandung)

BANDUNG, harianmerapi.com - Mulutmu harimaumu. Pepatah tersebut bisa untuk menggambarkan betapa pernyataan seseorang tersebut bisa berbalik menghantam diri sindiri.

Seperti yang dialami anggota DPR, Arteria Dahlan. Dia mendapat gelombang protes dari sejumlah elemen warga di Jawa Barat karena meminta jaksa agung mencopot kepala Kejaksaan Tinggi yang menggunakan bahasa Sunda dalam suatu rapat di instansi itu.

Pernyataan dia itu disampaikan sebagai kritik kepada jaksa agung ketika ia menghadiri Rapat Komisi III bersama Kejaksaan Agung pada Senin (17/1). Namun ia tidak menyebutkan identitas kepala Kejaksaan Tinggi yang dimaksud.

Baca Juga: Persebaya Belum Bisa Turunkan Koko Ari dalam Pertandingan Lawan PSS

Pernyataan itu dinilai sejumlah masyarakat, termasuk Majelis Adat Sunda, menjadi penistaan terhadap suku bangsa yang ada di Indonesia, bukan hanya suku Sunda.

Selain sejumlah elemen masyarakat, sejumlah pejabat dari daerah Jawa Barat, termasuk Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pun menyayangkan hal itu, yang menilai ucapan anggota DPR itu bisa melukai hati masyarakat Sunda.

Tak usai di situ, sang anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan pun dilaporkan ke Polda Jawa Barat atas dugaan pelanggaran konstitusi. Selain itu, dia juga mendapat teguran dari partai pengusungnya yakni PDI Perjuangan.

Baca Juga: Herd Immunity, Super Immunity dan Hybrid Immunity, Apa Perbedaannya?

Pada akhirnya, dia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Sunda dan mengaku siap menerima sanksi dari partai politik di mana dia bernaung akibat insiden itu.

"Saya dengan sungguh-sungguh menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat, khususnya masyarakat Sunda atas pernyataan saya beberapa waktu lalu," kata dia usai memberikan klarifikasi kepada pengurus DPP PDI Perjuangan.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X