• Jumat, 21 Januari 2022

Sukoharjo Dilewati Sungai Bengawan Solo, BPBD Ingatkan Warga Waspada Hadapi Puncak Musim Hujan

- Kamis, 9 Desember 2021 | 12:15 WIB
Petugas gabungan saat melakukan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.  (Foto: Wahyu imam ibadi)
Petugas gabungan saat melakukan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. (Foto: Wahyu imam ibadi)

SUKOHARJO,harianmerapi.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta masyarakat waspada bencana alam saat puncak musim hujan Januari mendatang. Sebab curah hujan semakin meningkat dipengaruhi fenomena alam La Nina. BPBD Sukoharjo hingga awal Desember ini mencatat baru ada kejadian angin kencang di sejumlah wilayah. Sedangkan banjir dan tanah longsor belum.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto, Kamis (9/12/2021) mengatakan, memasuki Desember ini kondisi di Kabupaten Sukoharjo masih aman terkendali karena belum ada kejadian bencana alam besar.

Meski begitu masyarakat tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca yang sangat ekstrem. Hal tersebut terlihat dengan adanya peningkatan curah hujan dan angin kencang.

Baca Juga: Bentuk Forum PRB, Pemkab Boyolali Siap Hadapi Bencana Alam dan Erupsi Gunung Merapi

"Puncak hujan Januari mendatang. Masyarakat kami minta waspada bencana alam. Tanda-tanda perubahan cuaca ekstrem sudah terlihat sejak akhir November lalu dan semakin meningkat Desember ini dimana curah hujan terus meningkat dan angin kencang," ujarnya.

Sri Maryanto menjelaskan, hujan deras disertai angin kencang terjadi di wilayah Desa Tegalsari, Kecamatan Weru dan Desa Jagan, Kecamatan Bendosari pada Rabu (8/12/2021) .

Akibat kejadian tersebut beberapa pohon tumbang dan satu rumah warga di Desa Jagan, Kecamatan Bendosari pada bagian genteng mengalami kerusakan.

Baca Juga: BMKG Dukung Mitigasi Bencana Gunung Semeru dengan Memasang Dashboard Khusus Cuaca

"Bencana alam sudah terjadi di beberapa daerah karena perubahan cuaca ekstrem. Petugas gabungan terus melakukan kesiapsiagaan. Di sisi lain masyarakat juga kami minta waspada. Apalagi di Kabupaten Sukoharjo dilintasi aliran Sungai Bengawan Solo yang sering banjir saat musim hujan," lanjutnya.

Tiga kecamatan paling rawan banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo yakni Kecamatan Grogol, Kecamatan Polokarto dan Kecamatan Mojolaban terus dipantau BPBD Sukoharjo.*

Halaman:

Editor: Herbangun Pangarso Aji

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X