• Selasa, 25 Januari 2022

Pasbuja ‘Kawi Merapi Sleman’ Dapat Julukan Tentara Budaya

- Selasa, 30 November 2021 | 20:45 WIB
Foto bersama sebagian pengurus dan anggota Pasbuja Kawi Merapi Sleman.  (Foto : Dok Pasbuja Kawi Merapi Sleman)
Foto bersama sebagian pengurus dan anggota Pasbuja Kawi Merapi Sleman. (Foto : Dok Pasbuja Kawi Merapi Sleman)

SLEMAN, harianmerapi.com – Para penggiat dan pelestari sastra dan budaya di Sleman banyak tergabung di Paguyuban Sastra dan Budaya Jawa (Pasbuja) ‘Kawi Merapi Sleman.’

Tahun ini sudah berumur tiga tahun dan diperingati secara sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan di Pawon Kalipa Ngemplak Sleman, Minggu (28/11/2021) lalu.

Hadir dalam acara ini seperti para pengurus dan anggota Pasbuja Kawi Merapi Sleman yang menulis buku Toponimi Padukuhan di Sleman serta dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman.

Kepala Bidang Warisan Budaya Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman, Wasita SS MAP yang hadir pada kesempatan ini memberikan julukan Pasbuja sebagai Tentara Budaya.

Baca Juga: Anggota Menwa UPN Veteran Jakarta Meninggal Saat Pembaretan, Begini Kronologi Menurut Wakil Rektor

“Alasannya, antara lain karena kiprah Pasbuja Kawi Merapi Sleman sejak berdiri banyak berjuang melestarikan sastra dan budaya di wilayah Kabupaten Sleman,” ungkap Ketua Umum Pasbuja Kawi Merapi Sleman, Sutopo Sgh, Selasa (30/11/2021).

Adapun beberapa agenda rutin terkait pengembangan kebudayaan dan sastra Jawa, misalnya pelatihan menulis untuk guru-guru, menerbitkan antologi puisi, cerpen, mengikuti sejumlah gelar budaya, menerbitkan majalah digital Belik serta majalah berbahasa Jawa, Memetri.

Ditambahkan Sutopo, pada kesempatan tersebut Kepala Seksi Warisan Budaya Benda Kundha Kebudayaan Sleman, Endah Kusuma Wardani SAnt mengemukakan, saat ini ada beberapa warisan budaya Sleman yang mendapatkan penetapan warisan budaya secara nasional.

Baca Juga: Keterlaluan! Alat Pendeteksi Curah Hujan di Kulon Progo Hilang Dicuri

Dengan adanya penetapan tersebut, sangat penting artinya, sebab dengan ditetapkan sebagai warisan budaya, maka daerah lain tidak akan bisa mengakui sebagai miliknya.

Halaman:

Editor: Widyo Suprayogi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X