• Jumat, 12 Agustus 2022

Sasar 447 Penerima, Pemkab Sukoharjo Salurkan BLT DBHCHT

- Selasa, 30 November 2021 | 14:00 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat penyaluran BLT DBHCHT.  (Foto: Wahyu Imam Ibadi)
Bupati Sukoharjo Etik Suryani saat penyaluran BLT DBHCHT. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)



SUKOHARJO, harianmerapi.com- Sebanyak 447 buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok menerima penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). BLT rencananya akan disalurkan selama tiga bulan mulai Oktober, November dan Desember 2021 sebesar Rp 300.000 per bulan.

Penyaluran BLT DBHCHT dipimpin langsung Bupati Sukoharjo Etik Suryani. Kegiatan digelar di Auditorium lantai 10 Gedung Menara Wijaya, Senin (29/11/2021).

Kabag Perekonomian Setda Pemkab Sukoharjo, Dian Kurniati mengatakan, tujuan pemberian BLT DBHCHT untuk meringankan beban hidup buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok yang terdampak pandemi virus Corona, meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat khususnya yang bekerja sebagai buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok dan untuk mendukung bidang kesejahteraan masyarakat melalui dana bagi hasil cukai tembakau dalam rangka pemulihan perekonomian daerah.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Besok Rabu, 1 Desember 2021 Prediksi Astrologi Lengkap Tentang Asmara dan Keluarga

Penerima BLT DBHCHT sebanyak 447 orang buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok. Rinciannya, buruh tani tembakau yang berdomisili di Kabupaten Sukoharjo sebanyak 266 orang dan buruh pabrik rokok yang berdomisili dan bekerja di Kabupaten Sukoharjo sebanyak 181 orang.

Masing-masing penerima BLT DBHCHT menerima uang sebesar Rp 300.000 per bulan per orang. BLT DBHCHT diberikan untuk tiga bulan dimulai bulan Oktober 2021 sampai dengan bulan Desember 2021.

"Pencairan BLT DBHCHT disalurkan pada masing-masing penerima," ujarnya.

Baca Juga: Kasus Anak Kecanduan Game Online Terlibat Pencurian, Wakapolres Temanggung : Perlu Kontrol Orangtua

Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, pandemi virus Corona telah membawa dampak yang signifikan dalam semua sektor kehidupan mulai dari sektor kesehatan, ekonomi, dan pendidikan. Dampak pandemi virus Corona ini juga sangat dirasakan oleh industri hasil tembakau dari hulu sampai hilir. Saat ini terjadi pengetatan sehingga produsen mengurangi produksi karena penurunan permintaan konsumen dan petani kekurangan serapan permintaan sektor hilir.

Halaman:

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X