• Sabtu, 29 Januari 2022

Setelah Menimbulkan Kontroversi, Jaksa Tarik Tuntutan Satu Tahun Istri yang Marahi Suaminya

- Selasa, 23 November 2021 | 22:43 WIB
 Sidang KDRT istri yang marahi suaminya.  (ANTARA/HO)
Sidang KDRT istri yang marahi suaminya. (ANTARA/HO)



KARAWANG, harianmerapi.com - Setelah menimbulkan kontroversi, jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Negeri Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menarik tuntutan satu tahun penjara terhadap terdakwa Valencya atas kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan pengusiran terhadap mantan suaminya Chan Yu Chin.

Jaksa penuntut umum (JPU) kemudian mengubahnya menjadi tuntutan bebas terhadap Valencya alias Nancy Lim, karena tidak terbukti bersalah dalam perkara kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Demikian disampaikan JPU dalam sidang dengan agenda replik, di Pengadilan Negeri Karawang, Selasa (23/11/2021).

Baca Juga: Putusan PK, MA Nyatakan Mantan Kadus Kembangsongo Bantul Tak Bersalah Lakukan Korupsi
.

Dalam persidangan itu, Syahnan Tanjung, JPU yang ditunjuk langsung oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia menyatakan bahwa Valencya tidak terbukti melakukan tindak pidana kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga.

"Menyatakan terdakwa Valencya alias Nengsy Lim, anak dari Suryadi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga sebagaimana Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 5 huruf b UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga," katanya pula.

Selanjutnya JPU menyatakan barang bukti berupa kutipan akta perkawinan, surat dokter, dan print out percakapan WhatsApp dikembalikan ke Chan Yung Chin (mantan suami Valencya).

Baca Juga: PSIM Siap Habis-habisan Lawan AHHA PS Pati untuk Menjaga Peluang Lolos ke Babak 8 Besar Liga 2

"Untuk barang bukti dua buah flash disk yang berisi rekaman telepon dan CCTV dikembalikan ke Valencya," katanya dalam sidang oleh majelis hakim Ismail Gunawan, Selo Tantular, dan Arif Nahumbang Harahap.

Dalam perkara itu, sebelumnya JPU menuntut Valencya satu tahun penjara, karena melakukan tindak pidana kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Waspadai DBD, Seorang Anak di Surabaya Meninggal

Rabu, 26 Januari 2022 | 11:19 WIB
X