• Rabu, 8 Desember 2021

Bambang Widjojanto Sebut Polemik Demokrat Dapat Merusak Demokrasi di Tanah Air

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:29 WIB
Kuasa hukum Partai Demokrat Bambang Widjojanto (dua kiri), Heru Widodo (dua kanan) dan Mehbob (kanan), saat memberikan keterangan pers sebelum sidang di PTUN Jakarta, Kamis (21/10/2021).  (ANTARA/Fauzi Lamboka)
Kuasa hukum Partai Demokrat Bambang Widjojanto (dua kiri), Heru Widodo (dua kanan) dan Mehbob (kanan), saat memberikan keterangan pers sebelum sidang di PTUN Jakarta, Kamis (21/10/2021). (ANTARA/Fauzi Lamboka)

 

JAKARTA, harianmerapi.com - Polemik Partai Demokrat dapat merusak proses demokrasi yang sudah berjalan selam ini. Imbasnya tidak hanya pada Partai Demokrat saja, melainkan juga partai-partai lain dan publik.


Hal tersebut diungkapkan kuasa hukum Partai Demokrat Bambang Widjojanto sebelum sidang perkara 154, di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Kamis (21/10/2021).


"Kalau dibiarkan terus-menerus, akan mengganggu proses demokrasi yang sedang berjalan," kata Bambang.

Baca Juga: Dinpar Gunungkidul Matangkan Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi di 27 Lokasi

Bambang mengingatkan sejumlah ahli yang menawar-nawarkan argumen dan merusak proses demokrasi, maka sebenarnya mereka tidak berhadapan dengan Demokrat saja, tetapi berhadapan dengan publik, masyarakat dan partai-partai politik lain.

Perkara Gugatan Nomor 154 di PTUN Jakarta diajukan tiga orang mantan kader Demokrat. Objek gugatan adalah pembatalan SK Kemenkumham terkait anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) tahun 2020 dan SK Kepengurusan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang jangka waktunya sudah lebih dari 180 hari.

Dalam prosesnya, salah seorang penggugat Yosef Badeoda mencabut gugatannya. Yosef juga terlibat dalam memberikan pendapat hukum atau affidavit untuk perkara judicial review (JR) AD/ART Partai Demokrat di Mahkamah Agung (MA).

Baca Juga: Inilah Rumus Rahasia Pengendalian Covid-19 di Indonesia

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X