• Sabtu, 4 Desember 2021

Terkait Pendarahan Otak Tukul Arwana, Masyarakat Perlu Kendalikan Faktor Risiko Agar Tak Terkena Stroke

- Jumat, 24 September 2021 | 13:53 WIB
 Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, dr. Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, MARS, berbicara dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (24/9/2021).  (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)
Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, dr. Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, MARS, berbicara dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (24/9/2021). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

JAKARTA, harianmerapi.com - Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta dr. Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, MARS menyatakan agar tidak terkena stroke, perlu mengendalikan faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terkena stroke.

Hal tersebut disampaikan dr Mursyid Bustami dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (24/9/2021), menyusul kasus pendarahan otak yang dialami pelawan Tukul Arwana.
"Kita mencegah jangan sampai terkena stroke dengan mengendalikan faktor risiko. Kalau sudah terkena stroke tidak ada waktu lagi, kecuali segera ke rumah sakit," kata

 

Mursyid menuturkan stroke merupakan salah satu permasalahan kesehatan utama di Indonesia dengan tingkat kematian tinggi. Tingkat kejadian stroke makin lama makin meningkat tiap tahun.

Baca Juga: Wakil Ketua MPR Minta Pemerintah Evaluasi Pelaksanaan PTM Guna Cegah Klaster Covid-19

Secara umum, stroke terbagi dua macam, yakni stroke penyumbatan pembuluh darah dan stroke pendarahan (stoke hemoragik).

Persentase stroke pendarahan dari total kejadian stroke hanya sekitar 20 persen, bahkan ada beberapa kepustakaan di negara lain mencatat hanya 15 persen. Mayoritas kejadian adalah stroke penyumbatan pembuluh darah.

Sementara 70 persen pasien dengan stroke pendarahan mengeluh sakit kepala, dan 60 persen pasien diikuti dengan penurunan kesadaran, penurunan gerak tubuh, dan kejang.

Baca Juga: Mudahkan Jurnalis Liputan, Kominfo Siapkan Pusat Informasi PON XX Papua

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Asrama Haji Akan Dijadikan Tempat Karantina Jemaah Umrah

Minggu, 28 November 2021 | 20:05 WIB
X