• Minggu, 23 Januari 2022

Terkait Pendarahan Otak Tukul Arwana, Masyarakat Perlu Kendalikan Faktor Risiko Agar Tak Terkena Stroke

- Jumat, 24 September 2021 | 13:53 WIB
 Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, dr. Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, MARS, berbicara dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (24/9/2021).  (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)
Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, dr. Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, MARS, berbicara dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (24/9/2021). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Mursyid mengatakan stroke merupakan penyakit yang memiliki faktor yang mendasari, yakni faktor risiko yang berkaitan dengan kondisi kesehatan atau kondisi tubuh lain yang berpotensi untuk terjadinya stroke.

Menurut dia, ada faktor risiko yang bisa dikendalikan dan yang tidak bisa dikendalikan.

Faktor risiko yang tidak bisa dikendalikan, antara lain usia. Makin bertambah usia, makin besar terkena risiko stroke. Sementara di Amerika, kemungkinan kulit hitam terkena stroke lebih besar dibanding kulit putih.

Baca Juga: Kivlan Zen Divonis 4 Bulan 15 Hari Terkait Kepemilikan Senjata Api Ilegal

Faktor risiko yang bisa dikendalikan, antara lain hipertensi, diabetes, gangguan irama jantung, kolesterol tinggi, kegemukan, kurang berolahraga, dan pola hidup tidak sehat.

 

Dalam mengendalikan faktor risiko tersebut, bisa dilakukan upaya, antara lain mengatur pola makan sehat, pola hidup sehat, mengurangi konsumsi gula, dan menghindari rokok. Bagi yang memiliki hipertensi dan diabetes, harus berobat teratur.

"Untuk mengurangi kemungkinan terkena stroke, kendalikan faktor risiko," ujar Mursyid.

Baca Juga: RSPON Pastikan Tukul Arwana Tidak Menderita KIPI Vaksinasi Covid-19

Tanda-tanda penderita stroke, antara lain kelumpuhan wajah atau anggota badan, senyum tidak simetris, gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba, tiba-tiba bicara tidak lancar, bicara tidak jelas, perubahan kesadaran, gangguan penglihatan, sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan gangguan fungsi keseimbangan.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X