• Rabu, 26 Januari 2022

Kenali Tanda-tanda Penyakit Stroke Sebelum Terlambat, Begini Caranya

- Kamis, 9 September 2021 | 14:07 WIB
 Tangkapan layar Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) dr. Mursyid Bustami saat hadir secara virtual dalam Keterangan Pers bertajuk “Gebyar Edukasi dalam Rangka HKN” di Jakarta, Kamis (9/9/2021).  (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)
Tangkapan layar Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) dr. Mursyid Bustami saat hadir secara virtual dalam Keterangan Pers bertajuk “Gebyar Edukasi dalam Rangka HKN” di Jakarta, Kamis (9/9/2021). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)


JAKARTA, harianmerapi.com - Masyarakat diimbau untuk mengenali tanda-tanda penyakit stroke sebelum terlambat. Caranya antara lain melalui metode FAST (wajah terkulai, tangan lemah, sulit bicara, panggil bantuan).


Hal itu diingatkan Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) dr. Mursyid Bustami saat hadir secara virtual dalam keterangan pers bertajuk 'Gebyar Edukasi dalam Rangka HKN' di Jakarta, Kamis (9/9/2021).


Ia mengatakan sangat penting bagi masyarakat untuk bisa mengenali tanda-tanda dari penyakit stroke melalui metode FAST.

Baca Juga: Saraf Terjepit Tak Selalu Harus Dioperasi, Simak Penjelasan Dokter Orthopedi dan Traumatologi


“Stroke itu terjadi mendadak. Jadi, tidak ada stroke yang terjadi secara pelan-pelan ya,” kata Mursyid .

Mursyid mengatakan masyarakat dapat mendeteksi penyakit stroke secara cepat melalui metode FAST. Tanda pertama orang dapat diduga terkena stroke yang mudah dikenali, yakni wajah nampak terkulai. Pada tanda ini, wajah seseorang akan terlihat tidak simetris. Tanda kedua dapat terlihat dari lemahnya satu sisi tangan yang terjadi secara tiba-tiba.

Dia menjelaskan saat seseorang beraktivitas, kemudian salah satu lengan sulit untuk digerakkan atau tidak mampu terangkat secara simetris (tidak sama dalam suatu ukuran tertentu), dapat diduga orang tersebut tersuspek stroke.

Baca Juga: Tips Jaga Kesehatan Agar Terhindar Long Covid-19, Ini Kata Dokter

Pada tanda ketiga, kata Mursyid, orang yang mengalami stroke cenderung sulit untuk berbicara, berbicara tidak jelas atau bahkan menjadi cadel (sulit melafalkan suatu kata).

“Kemudian, pada saat bicara, mungkin cadel bicaranya, bahkan tidak bisa berkomunikasi dengan baik,” ujar dia.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X