• Jumat, 22 Oktober 2021

Kepala BPKD DKI Dipanggil KPK Terkait Kasus Tanah di Munjul

- Senin, 20 September 2021 | 12:18 WIB
Mantan Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan (rompi jingga) di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/5/2021). (Foto: Antara/HO-Humas KPK)
Mantan Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan (rompi jingga) di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/5/2021). (Foto: Antara/HO-Humas KPK)

JAKARTA, harianmerapi.com - Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Edi Sumantri dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Selain Edi Sumantri, dalam penyidikan kasus tersebut KPK juga memanggil lima saksi lainnya, Senin (20/9/2021).

Lima saksi lainnya yang dipanggil, yaitu Plt Kepala Badan Pembina BUMD Provinsi DKI Jakarta Riyadi, Senior Manajer Divisi SDM dan Umum Perumda Pembangunan Sarana Jaya Sri Lestari, Ajeng Amalia selaku pegawai PT Adonara Propertindo bagian keuangan, Andyas Geraldo selaku Direktur PT Embrio, dan Andika Satiharidi Arfa dari pihak swasta.

Tersangka dalam kasus ini adalah mantan Dirut Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles Pinontoan (YRC).

Baca Juga: Komisi III DPR RI Gelar Uji Kelayakan 11 Calon Hakim Agung

"Hari ini, pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, DKI Jakarta Tahun 2019," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/9/2021).

Sebelumnya, KPK juga pernah memeriksa Edi Sumantri pada Rabu (4/8) dalam penyidikan kasus tersebut. Saat itu, KPK mengonfirmasi terkait proses pengelolaan keuangan APBD DKI Jakarta yang diduga terdapat adanya peruntukkan yang tidak sesuai, khususnya terkait pengadaan tanah di Munjul.

Selain Yoory, KPK juga menetapkan empat tersangka lainnya, yaitu Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian (TA), Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene (AR), Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur (ABAM) Rudy Hartono Iskandar (RHI), dan satu tersangka korporasi PT Adonara Propertindo.

Baca Juga: Muhammad Kece Dijotosi Napoleon Bonaparte, Jumlah Saksi yang Diperiksa Bertambah

Halaman:

Editor: Husein Effendi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mau Terbang, Ini Aturan Terbaru dari Kemenhub

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:12 WIB
X