Ia sedang menyuling nilai tentang ketekunan, tentang ilmu yang diwariskan dan tentang bagaimana satu orang bisa menggerakkan ekonomi banyak keluarga dari sesuatu yang tampak sederhana.
Asap kayu terus mengepul.
Aroma sere terus menguar.
Dan di Kebosungu I, harumnya bukan sekadar wangi tanaman, melainkan wangi kehidupan yang terus dirawat dengan sabar.*