Puluhan Siswa SMPN 3 Jetis Bantul Keracunan Usai Santap Menu MBG, Dinkes Telusuri Penyebabnya 

photo author
Yusron Mustaqim, Harian Merapi
- Rabu, 15 April 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi: Pekerja menyiapkan paket makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jebres yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/10/2025). ( ANTARA FOTO/Maulana Surya)
Ilustrasi: Pekerja menyiapkan paket makanan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jebres yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/10/2025). ( ANTARA FOTO/Maulana Surya)
 
HARIAN MERAPI - Sebanyak 71 siswa SMPN 3 Jetis Bantul mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Senin (13/4/2026). 
 
Para siswa mulai merasakan gejala keracunan pada Selasa pagi dengan keluhan pusing, mual, muntah hingga diare.
 
Menu MBG yang dikonsumsi siswa terdiri dari nasi, ayam bakar, sayur sawi, tahu goreng dan buah semangka. 
 
 
Dugaan sementara, makanan tersebut menjadi pemicu gangguan kesehatan yang dialami puluhan siswa tersebut.
 
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Samsu Aryanto SKM MPH membenarkan adanya kejadian tersebut. 
 
Menurutnya, para siswa yang mengalami gejala langsung dibawa ke Puskesmas Jetis 2 untuk mendapatkan penanganan medis.
 
“Gejala mulai dirasakan pada Selasa pagi. Mereka mengeluh pusing, mual, muntah hingga diare. Semua langsung kami arahkan ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan,” jelas Samsu kepada wartawan, Selasa (14/4/2026).
 
 
Jumlah korban sempat bertambah secara bertahap hingga total siswa yang mengalami keracunan mencapai 71 orang. 
 
Selain siswa, beberapa guru juga dilaporkan mengalami keluhan serupa setelah mengonsumsi menu MBG tersebut. 
 
Namun setelah mendapatkan perawatan, kondisi mereka membaik dan sudah diperbolehkan pulang.
 
Saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul tengah melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab pasti keracunan. 
 
Pemeriksaan dilakukan terhadap sampel makanan serta proses distribusi MBG.
 
 
Samsu menambahkan, langkah penelusuran juga diperluas ke sekolah lain. Hal ini mengingat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di utara SPBU Patalan diketahui melayani hingga 25 sekolah di wilayah tersebut.
 
“Kami masih melakukan investigasi dan pemantauan, sekiranya ada sekolah lain yang mengalami kejadian serupa. Ini sebagai langkah antisipasi agar tidak meluas,” tegasnya.*
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hudono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X