HARIAN MERAPI - Minat milenial atau angkatan kerja muda bekerja di luar negeri menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) tinggi. Generasi muda tersebut rela merantau karena tergiur gaji besar.
Pemantauan ketat dilakukan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo demi menjaga legalitas penyalur kerja dan keamanan pekerja bekerja di luar negeri sesuai aturan berlaku.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo Sumarno, Minggu (13/7), mengatakan, ada cukup banyak warga Sukoharjo yang dalam beberapa tahun terakhir didominasi milenial sudah bekerja di luar negeri menjadi PMI. Status kerja PMI sebelumnya justru lebih banyak orang dewasa namun sekarang mengalami peralihan ke anak muda.
Baca Juga: Tahun ajaran 2025/2026 resmi dimulai, Disdikbud Sukoharjo pantau sekolah
Disperinaker Sukoharjo masih perlu melakukan pendataan ulang untuk memastikan jumlah warga Sukoharjo yang bekerja di luar negeri. Sebab sebaran data sangat banyak di sejumlah negara.
Untuk saat ini para milenial lebih tertarik menjadi PMI karena tergiur gaji besar. Hal ini juga didukung dari pengalaman kerja milenial lainnya yang telah lebih dulu sukses bekerja di luar negeri.
"Sudah banyak warga Sukoharjo menjadi PMI dan perkembangannya sekarang sangat besar antusias milenial bekerja di luar negeri karena memang tawaran gaji besar," ujarnya.
Baca Juga: Curi motor di rumah kos mahasiswa di wilayah Kalasan, CES ditangkap polisi
Disperinaker Sukoharjo terkait hal ini sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait hingga pusat. Termasuk juga kerjasama dengan penyalur kerja resmi.
"Pada penyelenggaraan Sukoharjo Job Fair 2025 yang digelar 10-11 Juli 2025 ada sebanyak 10.000 lowongan kerja di luar negeri menjadi PMI. Angka itu sangat besar dan banyak milenial tertarik melamar," lanjutnya.
Sebanyak 10.000 lowongan kerja menjadi PMI tersebut dengan negara tujuan seperti di Jepang, Korea dan Australia. Selain itu juga beberapa negara di eropa. Lowongan kerja tersebut meliputi bidang pengelasan, perkapalan, pertanian, kesehatan dan industri lainnya.
Baca Juga: 23 Koperasi Kelurahan Merah Putih di Salatiga mulai beroperasi
Besarnya minat milenial bekerja di luar negeri membuat Disperinaker Sukoharjo memperketat pengawasan. Hal ini demi menjaga legalitas penyalur kerja dan keamanan pekerja bekerja di luar negeri sesuai aturan berlaku. Warga Sukoharjo yang menjadi PMI harus sejak dini dipastikan aman saat bekerja di luar negeri hingga pulang kembali ke daerah asal.
"Pertama terkait legalitas penyalur kerja ke luar negeri harus dipastikan resmi dan aman. Kedua calon tenaga kerja itu sendiri juga harus dipantau jangan terjebak oknum sehingga menjadi korban penipuan," lanjutnya.
Disperinaker Sukoharjo meminta kepada penyalur kerja dan calon pekerja untuk melapor dan mencatatkan data resmi terkait proses keberangkatan dan negara tujuan. Hal ini agar para pekerja tersebut tetap bisa terpantau di luar negeri.