HARIAN MERAPI - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dipersip) Salatiga sampai 2025 memiliki koleksi 41.546 judul buku dengan 69.642 eksemplar. Jumlah ini belum termasuk koleksi digital, serta saat ini sedang menelusuri dan mengembangkan naskah kuno.
Sekretaris Dipersip Salatiga, Adityo Heru Prabowo mengungkapkan jumlah koleksi tersebut meningkat dibandingkan koleksi tahun 2024 lalu, berjumlah 64.191 eksemplar.
"Buku yang dipinjam tahun 2024 dan beredar di masyarakat sebanyak 10.304 buah belum termasuk yang dibaca oleh pengunjung perpustakaan, " kata Adityo, Sabtu (26/4/2025).
Dipersip Salatiga di tahun 2025 ini getol untuk menuju Kota Literasi dan Literasi Dini Salatiga dengan penelusuran naskah kuno dan memori kolektif bangsa.
Sementara seorang Pustakawan Dipersip Salatiga, Rinaldi Anggoro Shakti mengetakan terkait naskah kuno pihaknya sosialisasi selama dua hari 22 April untuk RW di wilayah Kecamatan Tingkir dan Sidorejo. Sedangkan, 23 April lalu untuk RW di Kecamatan Argomulyo dan Sidomukti
Selanjutnya, akan mengidentifikasi dan mendata keberadaan naskah kuno di Kota Salatiga, lalu ada alih aksara dan alih bahasa.
Baca Juga: Awas, mafia peradilan ancam negara
"Tahapannya kemudian adalah dilakukan FGD naskah kuno, " kata Shakti.
Apa yang dimaksud naskah kuno, menjelaskan naskah kuno itu, adalah naskah manuskrip tulisan tangan yang tidak diperbanyak dengan cara selain itu, berumur minimal 50 tahun dan memiliki nilai historis, budaya, dan ilmu pengetahuan yang penting bagi bangsa Indonesia.
Diungkapkannya, naskah kuno yang berada di masyarakat masih banyak dan belum teridentifikasi dan terdata.
Untuk itu kegiatan sosialisasi itu untuk memperluas pendataan naskah kuno dari masyarakat. Pendataan ini merupakan langkah untuk melestarikan keberadaan naskah kuno Perpusda Salatiga, sebagai leading sektor, melakukan langkah ini, setelah sebelumnya juga menghimpun akademisi dan pemerhati naskah kuno dalam tim pengembangan koleksi naskah kuno.
"Contoh naskah kuno dari Indonesia yang sudah diakui sebagai memory of the world adalah babat Diponegoro, negara Kertagama, dan yang paling baru di tahun ini adalah naskah surat Kartini, " katanya. *