• Senin, 26 September 2022

Sambut Tren Kenormalan Baru, Pelaku Pariwisata Harus Siap Beradaptasi, Begini Langkahnya

- Kamis, 26 Mei 2022 | 11:26 WIB
Kegiatan Training of Trainer (ToT) yang bertujuan melahirkan trainer andal dan dapat memperkuat kampanye sadar wisata serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia masyarakat desa wisata yang diselenggarakan Kemenparekraf di Jakarta, beberapa waktu lalu.  (ANTARA/HO- Dokumentasi Pribadi)
Kegiatan Training of Trainer (ToT) yang bertujuan melahirkan trainer andal dan dapat memperkuat kampanye sadar wisata serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia masyarakat desa wisata yang diselenggarakan Kemenparekraf di Jakarta, beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO- Dokumentasi Pribadi)



JAKARTA, harianmerapi.com - Tren kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami penurunan, sehingga mendekati kenormalan baru.


Hal ini berdampak positif bagi dunia pariwisata di Tanah Air.


Berkaitan kondisi tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Frans Teguh mengatakan pelaku pariwisata harus dapat beradaptasi dengan tren kenormalan baru.

Baca Juga: Pernikahan Ketua MK Anwar Usman dengan Adik Kandung Presiden Jokowi, Idayati Dihadiri Tamu Terbatas.

“Perubahan tren di kenormalan baru pariwisata bergeser dari pariwisata berbasis kuantitas ke pariwisata berbasis kualitas, yang mana wisatawan tidak hanya sekadar melihat destinasi, tapi juga ingin mendapatkan pengalaman dari kunjungan wisata,” ujar Frans dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (26/5/2022).

Oleh karena itu, diperlukan kesiapan pelaku pariwisata agar dapat menciptakan kesan dan pengalaman yang menarik bagi wisatawan. Pihaknya mengadakan training of trainer (ToT) yang bertujuan melahirkan trainer andal dan dapat memperkuat kampanye sadar wisata serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia masyarakat desa wisata. Pemerintah berencana menjalankannya di 65 desa wisata di Tanah Air sepanjang tahun 2022-2023.

"Gerakan sadar wisata terus digaungkan di hampir setiap tahun, tapi pertanyaannya, apakah kita belum optimal (dalam kampanye sadar wisata) atau memang dinamika di dalamnya sudah terlalu cepat, sehingga harus dapat segera kita respons," kata Frans.

Baca Juga: Buronan Koruptor Pupuk Berhasil Ditangkap di Magetan Jatim, Ini Kasusnya

Melalui kegiatan itu, diharapkan dapat mengubah pola pikir tentang perilaku, sehingga pariwisata bisa tumbuh sehat, tangguh dan berkelanjutan.

Selain itu, juga bagaimana dalam pelatihan ini dapat bersama-sama mengelaborasi tentang revolusi industri 4.0, bahkan mulai adaptif dengan industri 5.0.

Halaman:

Editor: Hudono

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pulau Kangean yang tidak pernah membosankan

Minggu, 17 Juli 2022 | 14:15 WIB

Tour Leader Harus Utamakan Keselamatan Wisatawan

Senin, 27 Juni 2022 | 18:06 WIB
X