HARIAN MERAPI - Dokter mengingatkan pentingnya mencegah osteoporosis sejak dini. Bagaimana caranya ?
Dengan menjalankan pola hidup yang sehat, serta asupan gizi seimbang, terutama kecukupan kalsium, dapat mencegah pengeroposan tulang.
Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi dari Universitas Indonesia (UI) dr. Aldico Juniarto Sapardan, Sp.OT. CF. menegaskan pentingnya pencegahan keropos tulang atau osteoporosis sejak usia muda.
Ia menjelaskan osteoporosis merupakan penyakit progresif yang sering kali tidak terdeteksi hingga terjadi patah tulang.
“Puncak massa tulang dicapai pada usia 20 hingga 30 tahun. Masa ini menjadi aspek penting untuk mencegah osteoporosis. Jika dilewatkan, risiko patah tulang di usia lanjut akan jauh lebih besar,” kata dr. Aldico di Jakarta, Kamis.
Pada diskusi bertema "The Science Behind: Strong Bones, Preventing Osteoporosis Starts Today", ia mengatakan bahwa osteoporosis sering disebut silent disease karena biasanya baru diketahui setelah penderita mengalami fraktur.
Menurut dia, kekurangan kalsium membuat tubuh mengambil cadangan mineral tersebut dari tulang.
Baca Juga: Hadi Tjahjanto: Karate Indonesia Menuju Kelas Dunia, Jawa Tengah Bidik 7 Emas di PON Bela Diri 2025
Bila berlangsung lama, massa tulang akan menurun dan berujung pada osteoporosis.
Selain berdampak pada kesehatan, dr. Aldico mengingatkan bahwa osteoporosis juga membawa beban sosial dan ekonomi yang besar.
“Patah tulang akibat osteoporosis dapat membuat seseorang kehilangan kemandirian. Sekitar 40 persen penyintas tidak lagi mampu berjalan sendiri, dan 60 persen masih membutuhkan bantuan setahun setelah patah tulang panggul,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dokter Ortopedi di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta itu mengatakan bahwa perempuan memiliki risiko lebih tinggi, terutama setelah menopause akibat ketidakseimbangan hormon yang mengganggu penyerapan kalsium.
Penelitian International Osteoporosis Foundation (IOF) menunjukkan 1 dari 3 perempuan berusia 50 tahun ke atas mengalami patah tulang akibat osteoporosis.
Baca Juga: Pengajian dan Dzikiran An Nur di Alamo Homestay: Kembali ke Adab, Kembali ke Hati