Ini beda antara kelumpuhan TBC tulang dengan kelumpuhan karena polio, berikut cara pencegahannya

photo author
Hudono, Harian Merapi
- Rabu, 24 Juli 2024 | 10:30 WIB
Ketua Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) saat pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Gedung Ikatan Dokter Anak Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2024).  (ANTARA/Abdu Faisal)
Ketua Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) saat pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Gedung Ikatan Dokter Anak Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2024). (ANTARA/Abdu Faisal)

Cakupan imunisasi pada anak sempat menurun drastis pada tahun 2021 sebagai imbas dari pandemi COVID-19.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia menggelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio tahap kedua di 27 provinsi.

PIN polio tahap kedua ini dilaksanakan karena Indonesia masih dalam kondisi Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk penyakit polio.

KLB polio terjadi di Papua sejak tahun 2022. Total cakupan imunisasi polio pada tahap kali ini ditargetkan mencapai 95 persen untuk mewujudkan kekebalan kelompok.

Baca Juga: Terkadang Anda juga perlu angkat bicara, simak ramalan cinta dan karir Libra dan Scorpio berlaku Rabu 24 Juli 2024

"Cakupan imunisasi yang tinggi dapat mengendalikan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, tetapi jika cakupannya menurun di bawah 60 persen, Kejadian Luar Biasa (KLB) dapat muncul kembali," ujar Ketua IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso.*

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hudono

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X