Karena telah 3 menit berjalan belum juga aku melihat pintu keluarnya. “Masih jauh pak?” tanyaku.
Bapak itu berhenti dan membalikkan badannya melihatku.
“Pulangnya besok saja, kamu nginap di sini dulu saja,” jawab bapak itu kemudian masuk ke dalam sebuah makam dan menghilang.
Aku tidak percaya apa yang aku lihat, seluruh tubuhku merinding ketakutan dan seketika itu aku tidak ingat apa-apa lagi.
Keesokan harinya aku bangun dan betapa shocknya aku.
Ternyata aku semalaman tidur di kuburan sambil memeluk gundukan tanah sebuah makam.
Aku segera berdiri dan menyalakan motorku yang tergeletak di sampingku, kemudian langsung tancap gas.
Sesampai di rumah aku menceritakan semuanya pada keluargaku dan mereka cuma tertawa mendengarkanku.
Mereka juga mengira aku tidak pulang karena menginap di rumah temanku. - Habis. (Seperti dikisahkan Rhestra di Koran Merapi) *