HARIAN MERAPI - Kisah pengalaman misteri mengontrak rumah di pinggiran kota seri 1
Ada anak dengan wajah seputih kapas matanya menatap tajam.
Dua minggu setelah menikah, Hendra Leksono dan Marisa Handayani menempati rumah di pinggiran kota yang mereka sewa dengan harga tertentu untuk jangka waktu satu tahun, untuk percobaan.
Kalau betah, mereka akan memperpanjang masa sewa, bahkan mungkin akan membeli rumah itu.
Ada tiga kamar tidur di rumah itu. Dapur dengan jendela menghadap halaman belakang, yang membuat Marisa antusias karena bisa menatap hamparan rumput dan pepohonan di halaman itu.
Hendra adalah seorang dosen dan Marisa seorang pengarang.
Biasanya, jam 9 malam Hendra sudah tidur di kamar belakang.
Sedangkan Marina menulis cerpen, novel, atau tulisan lainnya di kamar depan sampai jam 2 dini hari.
Seperti biasa, alarm di smartphone Hendra berdering pada pukul 3 dini hari. Itu kebiasaan Hendra sejak lajang.
Baca Juga: Pengalaman misteri Sarino berjualan bakso keliling, dikerjain wanita penghuni rumah kosong
Lelaki itu lantas bangun, sementara Marina masih terlelap.
Hendra melangkah ke dapur, memanaskan air. Mengambil cangkir, kopi, gula, dan sendok dari lemari dapur yang menempel di dinding; menaruhnya satu-satu ke meja berbentuk lingkaran kecil.
Sambil menunggu air mendidih, Hendra membuka laptop bersiap mengetik materi kuliah hari itu.
Suara langkah kaki dari luar dapur membuat Hendra berhenti mengetik. Hendra menoleh, tampak remang di sana.