• Kamis, 26 Mei 2022

Dikuasai Sifat Ananiyah, Tobat Baru Hadir Setelah Badan Tak Berdaya

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 06:19 WIB
Ilustrasi            (Sibhe)
Ilustrasi (Sibhe)

Begitu pula dengan urusan ibadah, Barna nyaris tak pernah ingat akan Salat dan doa. Ia menganggap kesuksesannya selama ini berkat kerja kerasnya semata, jadi tak perlu memohon lewat doa-doa segala.

"Suatu ketika Nabi SAW dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: "Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.” Rasulullah saw menjawab: "Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rezeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rezeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rezeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan." (Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb).

***

SIBUK dengan usahanya untuk mengejar keuntungan dan keuntungan, membuat Barna lupa bahwa waktu terus berlalu. Tak terasa dirinya sudah semakin tua dan anak-anaknya sudah menginjak dewasa. Badannya pun mulai merasa sakit-sakitan, sementara ambisinya untuk mereguk harta sebanyak-banyaknya belum juga padam.

Baca Juga: Terlalu, Perampok di Sleman Jerat Korban Pakai Foto Istri

Sampai akhirnya fisik benar-benar tak bisa diajak kompromi, sehingga dirinya harus tergolek di rumah sakit untuk menjalani pengobatan intensif. Di saat tubuh tidak berdaya itulah, Barna baru berpikir soal semua yang sudah dilakukannya selama ini.

Ingatannya melayang kembali ke masa kecilnya, saat sang ibu yang sudah lama dilupakan dengan sabar meladeni semua kemauan dirinya. Sekarang baru dirasakan kasih sayang itu.

Terbayang kembali ketika dirinya marah-marah karena cemburu pada adiknya Wirya, yang dibelikan mainan, tapi dengan bijak sang ibu mencoba menjadi penengah yang baik.

Baru terasa sekarang, bahwa perlakuan dirinya terhadap ibu, ayah dan adiknya selama ini sudah sangat buruk. Apalagi sejak meninggalkan kampung halaman beberapa tahun silam, dirinya nyaris tak pernah berkomunikasi dengan keluarganya.

Sehingga sampai sekarang Barna tidak tahu, bagaimana nasib kedua orangtuanya serta adiknya. Tak terasa air mata meleleh membahasi pipi Barna.

Halaman:

Editor: Swasto Dayanto

Tags

Terkini

X