• Kamis, 8 Desember 2022

Kembang Laruk bagian 37: Anak kecil bergaun putih berwajah hancur itu, terus menertawai Riski

- Selasa, 27 September 2022 | 10:00 WIB
Kembang Laruk, cerita horor karya Simple Man yang tidak kalah ngeri dari KKN di Desa Penari atau Sewu Dino. ( Foto: Twitter @SimpleM81378523)
Kembang Laruk, cerita horor karya Simple Man yang tidak kalah ngeri dari KKN di Desa Penari atau Sewu Dino. ( Foto: Twitter @SimpleM81378523)



HARIAN MERAPI – Inilah cerita horor Kembang Laruk karya Simple Man, penulis kisah viral KKN di Desa Penari, Sewu Dino, dan Janur Ireng.

Kembang Laruk karya Simple Man bercerita tentang petualangan horor sejumlah remaja saat mendaki sebuah gunung di Pulau Jawa.

Cerita horor terbaru karya Simple Man yang berjudul Kembang Laruk ini diunggah lewat sejumlah thread atau utas di akun Twitter @SimpleM81378523.

Baca Juga: Pengalaman misteri diusili penunggu perempatan Palbapang Bantul, Rudi mengalami beberapa kali kejadian aneh

Kembang Laruk bagian 37: Anak kecil berwajah hancur itu...

Tubuh Riski berguling, jatuh ke bawah.

Sementara yang lain yang berjalan di depan Riski, tidak berani menoleh ke belakang.

Tubuh Riski menerjang jatuh ke bawah, untungnya, badannya tertahan akar pohon.

Sehingga tidak jatuh semakin jauh dari barisan di depannya.

Hanya saja, sekarang ini, posisi Riski ada di barisan paling belakang.

Baca Juga: Pengalaman misteri Ringgo saat menjadi Danpaswal Paskibra tingkat Provinsi, siapa yang membentakku tadi malam?

Ia bisa menatap Prio dan Lika yang kini sudah berada di depannya.

Seketika itu juga, Riski melihat, anak-anak kecil bergaun putih, menggandeng tangan Lika dan Prio.

Anak-anak kecil itu berteriak memanggil nama Riski.

Riski hampir tidak percaya melihat pemandangan itu.

Anak-anak itu tertawa, suaranya persis seperti yang ia dengar, saat nyaris tergoda dengan teriakan palsu Lika.

Tapi, ini bukan anak kecil biasa, mereka adalah mahluk penunggu hutan.

Baca Juga: Cerita misteri Yu Nah soal majikannya, janda dengan nafsu syahwat besar yang kena prank lelembut usil

Anak-anak itu terus saja menertawai Riski, sambil menatapnya, memperlihatkan wajahnya yang sama sekali tidak lucu.

Memperihatkan wajah yang sangat buruk rupa, seperti daging yang mengelupas dari tengkorak kepalanya.

Anak-anak itu memberi gestur di bibirnya, sambil menunjuk ke arah Riski.

Riski yang merasakan ngilu di sekujur tubuhnya setelah jatuh dari ketinggian, tidak mengerti apa maksud mahluk itu.

Tapi, Riski menyadari satu hal, aroma melati yang sangat wangi itu ternyata tidak berasal dari tubuh anak-anak itu.

Tapi aroma sepuhan ratusan kembang melati yang demikian kuat itu, muncul tepat dari arah belakang tubuhnya.***

Editor: Jarot Sarwosambodo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X