Mereka mengajak Revida berkomunikasi sampai kesadaran Revida kembali. Lantas, Revida menceritakan hal yang baru dialaminya kepada teman-temannya.
"Tadi aku mau bantu adik tingkat yang kesurupan. Tapi, karena enggak kuat, aura jahatnya masuk ke tubuhku."
"Aku sudah jerit, tapi orang-orang di depan pintu enggak ada yang dengar. Padahal jarak mereka dekat sama aku," ucap Revida kepada teman-temannya.
Helena langsung lemas mendengar cerita Revida, bulu kuduknya pun seakan berdiri. Helena yakin, aura jahat itu juga ada di dekatnya. Namun, dia mencoba tenang agar tidak ikut diganggu.
Setelah membaik, Revida mengajak Helena kembali ke ruang medis untuk mengambil tas. Di sana Helena melihat banyak sekali orang pingsan, juga menangis.
Baca Juga: Vitamin D Bisa Turunkan Risiko Infeksi Saluran Pernapasan dan Tingkatkan Imunitas
Suasana di vila seketika berubah menjadi mengerikan karena banyak sekali yang tak sadarkan diri.
Kemudian Helena sadar bahwa dia dan teman-temannya telah mengotori tempat ini dan sekaligus membuat penunggunya marah. (Seperti dikisahkan Fela Khoirul Ihsani di Koran Merapi) *