HARIAN MERAPI - Kisah cerita misteri diganggu penunggu pohon cemara 3, Tiba-tiba Ridwan merasakan sakit perut.
Ridwan dan Rianti hanya berbicara ringan-ringan saja bicara tentang kelulusannya dan rencana akan masuk (kuliah) di perguruan tinggi. Lama-lama tangan Ridwan merangkul Rianti. Keduanya tampak birahinya memuncak.
Entah Setan apa yang menyetir keduanya saling meraba-raba dan bukaan pakaian. Akhirnya keduanya saling berhubungan badan layaknya suami dan istri.
Kemudian keduanya berbenah diri merapikan pakaiannya. Lalu berjalan menuju pemandian. Namun Samsuar Hadi, Bambang, Dalaji sudah tidak ada di situ. Maka Ridwan dan Rianti mencari-cari temannya yang mereka tinggalkan tadi.
Akhirnya mereka berjumpa di warung makan. Samsuar Hadi menyapa Ridwan : “Kamu ke mana saja Rit dicari kemana-mana tidak jumpa? “
Jawab Ridwan : “Aku sejak tadi duduk-duduk di bawah pohon cemara itu”
Bambang bilang kepada teman-temannya : “Mari siap-siap pulang hari sudah hampir gelap”
Teman-temannya menjawab : “Oke” kemudian semua naik mobil. Kurang lebih jarak 1 km Ridwan teriak : “Waduh perutku sakit sekali” sambil tangannya memegang perutnya yang sakit.
Mereka lalu berhenti menolong Ridwan ada yang memijat perutnya yang sakit ada yang menggosok dengan minyak kayu putih tetapi penyakitnya tidak berkurang tetapi malah menjadi jadi.
Kemudian mobil terus melaju dengan harapan cepat sampai rumah agar nanti bisa menangani penyakitnya. Ridwan di
sepanjang jalan berteriak-teriak kesakitan.
Bahkan yang sakit tidak hanya perutnya tetapi menjalar sampai alat kelaminnya. Kelihatannya Ridwan sampai tidak sadarkan diri.
Sampai rumah keluarga Ridwan bingung melihat keadaan Ridwan. Malam hari itu pula Ridwan dibawa ke rumah sakit. Dokter menyarankan baiknya putra bapak opname.