HARIAN MERAPI - Cerita misteri diganggu penunggu pohon cemara 1, Rekreasi ke Tawangmangu untuk merayakan kelulusan SMA
Waktu itu jam telah menunjukkan pukul 17.00 WIB Samsuar Hadi dan Ridwan keduanya nama samaran berbincang-bincang di rumah Ridwan.
Samsuar Hadi bilang kepada Ridwan : “Rid besok kita ke sekolah melihat pengumuman kita lulus atau tidak.”
jawab Ridwan : “Baiklah besok kita ke sekolah kalau lulus kita putar-putar naik motor”.
Keduanya juga merencanakan kalau lulus akan rekreasi ke Tawangmangu. Adapun kendaraan yang akan dipakai adalah kepunyaan temannya yaitu Bambang. Pukul 18.00 WIB Samsuar Hadi pamit pulang.
Pagi harinya Samsuar Hadi bangun mandi lalu sarapan kemudian menuju sekolahnya (SMA) bersama dengan Ridwan. Kelulusan akan diumumkan pukul 10.00 WIB. Sampai di sekolah teman-temannya sudah banyak yang datang.
Waktu itu pengumuman dipasang pada papan di depan sekolah tepat pukul 10.00 WIB.
Para siswa berdesak-desakan mengerumuni papan pengumuman akan melihat nomor atau namanya tertulis pada papan pengumuman atau tidak.
Samsuar Hadi dan Ridwan kelihatannya gembira menari-nari sambil bilang : ”Lulus lulus lulus”. Ternyata keduanya memang lulus. Yang tidak lulus hanya satu orang karena lama tidak masuk sekolah.
Sesudah menerima pengumuman para siswa banyak yang putar-putar kota naik motor. Dan ada beberapa yang bajunya ditulisi dengan spidol (diorek-orek).
Kemudian beberapa siswa berkumpul di rumahnya Samsuar Hadi termasuk Ridwan. Samsuar Hadi bilang kepada teman-temannya “Mari kita minggu besok rekreasi ke Tawangmangu” Dalaji menyahut : “Oke”.
Yang berkumpul itu memang rumahnya ada di Yogyakarta demikian juga sekolahnya (SMA) juga di kota Yogyakarta.